Pengantin Baru Cekcok, Suami Bakar Istri

136
DIMINTAI KETERANGAN : Pelaku yang membakar istrinya sedang dimintai keterangan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota, Senin siang (29/6) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIMINTAI KETERANGAN : Pelaku yang membakar istrinya sedang dimintai keterangan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota, Senin siang (29/6) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Rozaki bin Zainudin, 29, warga Jalan Jendral Sudirman Gang 7/12 Podosugih, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan baru saja melangsungkan upacara pernikahan pada 9 Juni lalu. Namun lantaran kerap cek-cok, tega membakar istrinya Sri Diana, 28, hidup-hidup, Senin siang (29/6) kemarin.

Akibat kejadian tersebut, warga Jalan WR Supratman Panjang Wetan Gang Terinasi Pekalongan Utara yang baru dipersunting sekitar 20 hari tersebut, menderita luka bakar sekitar 48 persen. Sehingga langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Kraton sekitar pukul 14.00.

Dokter jaga RS Kraton, Hayati Salma, mengungkapkan sejak datang ke rumah sakit, korban masih dalam kondisi sadar. Namun, pihaknya kesulitan melakukan infus ke tubuh korban. Padahal kondisi kebakarannya terbilang kritis masuk grade 3 atau 48 persen. “Kondisinya kini kritis, seharusnya masuk ICU. Tapi kamarnya masih full, sehingga sementara di kamar Flamboyan,” terangya.

Dari pengakuan pelaku saat diperiksa, dirinya merasa tersinggung sering diomeli istrinya. Juga sering diancam oleh istrinya. Sehingga sebagai lelaki merasa diremehkan. Puncaknya di rumah tersangka sekitar pukul 13.00 setelah sebelumnya cek-cok, pelaku langsung menyiramkan bensin yang ada di toples di dalam rumah.

Sedangkan saat kejadian berlangsung, orang tua pelaku Zainudin, 55, juga berada di dalam rumah. Dan sempat memegangi pelaku jangan membakar istrinya. Namun pelaku terlanjur melempar korek api ke tubuh istrinya yang sudah basah oleh bensin.

Setelah terbakar, keluarga korban langsung memadamkan api dengan disiram air. Dan korban segera dibawa ke RS Kraton. Kemudian keluarga dan anggota Polres mengamankan pelaku di rumahnya.

Salah satu keluarga korban, Iin Damayanti, mengungkapkan bahwa antara pelaku dan korban memang baru menikah 20 hari. “Keduanya dijodohkan antar keluarga saja. Jadi tidak sempat kenalan. Kami sekeluarga kaget dengan kejadian ini. Berharap pelaku bisa dihukum semaksimal mungkin,” ucap sepupu korban tersebut.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan, menerangkan dari pengakuan pelaku, selama menikah 20 hari merasa tidak ada suasana kekeluargaan. “Pelaku sebagai suami merasa disepelekan. Sehingga sering cek-cok,” jelasnya.

Pelaku akan dijerat dengan pasal 44 ayat 2 UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan maksimal hukuman 10 tahun penjara. Saat ini pelaku dan saksi masih dimintai keterangan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Pekalongan Kota. Serta diamankan barang bukti berupa korek api, toples, gorden yang terbakar dan beberapa barang yang terbakar di rumah pelaku. Juga masih mendalami keterangan pelaku, karena berbelit-belit. “Polres juga akan memanggil psikolog untuk memeriksa psikologis pelaku pada malam harinya,” tuturnya. (han/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here