Madin dan TPA Terancam Tutup

80

KENDAL – Rencana penerapan lima hari sekolah yang bakal diterapkan Dinas Pendidikan tahun ajaran baru ini terus mendapat respon penolakan. Kali ini penolakan datang dari Forum Ukhuwah Silaturahim Pendidikan Al Qur’an (Fuspaq) Kendal. Fuspaq menilai, penerapan jam belajar lima hari sekolah akan mengancam pendidikan informal lainnya. Seperti Madrasah Diniyah (Madin), Pondok Pesantren (ponpes) ataupun tempat pembelajaran agama (TPA) yang selama ini ada ditengah masyarakat.

Ketua Fuspaq Kendal, Muhammad Mustamsikin mengatakan, di Kendal banyak berdiri Madin, pondok pesantren dan TPA. Selama ini, proses belajar-mengajar Madin, TPA maupun Ponpes dilaksanakan pada siang dan sore hari. Madin, TPA maupun ponpes merupakan salah satu lembaga pendidikan yang fokus mengembangkan ilmu keagamaaan (Islam). Kegiatan beajar mengajarnya dilaksanakan pad siang hari atau sore hari setelah pulang dari sekolah formal (SD, SMP, SMA sederajat).

“Jika jam belajar diperpendek harinya menjadi dari enam hari menjadi lima hari, praktis akan mengancam kegiatan pembelajaraan agama yang sudah berjalan di masyarkaat selama ini. Sebab jam belajar sekolah pasti akan lebih panjang dari sebelumnya,” katanaya, kemarin.

Sejauh ini, ia yang menjabat sebagai wakil Bupati Kendal meminta Dinas Pendidikan untuk kembali mengkaji program lima hari sekolah sesuai Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor 420/006752/-2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan pada Satuan Pendidikan di Provinsi Jawa Tengah. Menurutnya, lembaga pendidikan informal seperti madin dan TPQ akan mati nantinya. “Sebab tak sedikit santri Madin yang sudah bersekolah di SMA akan mengundurkan diri. Karena belajar sekolah akan sampai sore, yakni 07.00-17.30 WIB,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kendal, Muryono mengatakan, pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat untuk mencari solusinya. “Karena Madin berada di bawah pengelolaan Kantor Kemenag, ya, nanti Disdik akan jalin komunikasi ke sana,” katanya. (bud/fth)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here