TERTANGKAP BASAH : Tersangka penjual sabu-sabu, Dwi Hardiyanto, 34 saat diinterogasi Wakapolres Salatiga Kompol Iwan Irmawan di Mapolres kemarin. (Dhinar sas/jawa pos radar semarang)
TERTANGKAP BASAH : Tersangka penjual sabu-sabu, Dwi Hardiyanto, 34 saat diinterogasi Wakapolres Salatiga Kompol Iwan Irmawan di Mapolres kemarin. (Dhinar sas/jawa pos radar semarang)

SALATIGA – Dwi Hardiyanto, 34, warga yang tinggal di Jalan Ilyas Dempel Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang tertangkap tangan polisi saat bertransaksi narkoba di pinggir Jalan Kauman, Sidorejo pada Selasa (23/6) pukul 21.50 WIB. Pelaku mengaku menggunakan narkoba jenis sabu itu untuk penambah tenaga saat bekerja di bengkel.

Kapolres Salatiga AKBP Yudho Hermanto melalui Wakapolres Iwan Irmawan mengungkapkan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan akan adanya transaksi narkoba di sekitar Kauman. Berdasar informasi tersebut, jajaran Res Narkoba Polres Salatiga melakukan penyelidikan dan akhirnya mencurigai identitas tersangka.

Setelah mendapatkan bukti, polisi kemudian menangkap tersangka dan mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya narkoba golongan I, jenis metamfetamina (sabu) seberat 0,5 gram yang disimpan dalam bungkus rokok, kemudian pipet dan korek api gas.

“Dari hasil pemeriksaan, tersangka adalah pemakai baru. Baru dua bulan mengkonsumsi. Ia membeli narkoba untuk dipakai sendiri sebagai doping selama dia bekerja di bengkel motor,” jelas Wakapolres.

Lebih jauh, Iwan mengakui jika Kota Salatiga sebagai daerah perlintasan Semarang – Solo sering dijadikan tempat transaksi sehingga pengungkapan kasus termasuk tinggi, bisa mencapai 2 sampai 3 kasus per bulan. (sas/ric)