Kejati Jateng Raih Peringkat I, Kajati Tak Bangga

161

PLEBURAN – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa tengah sebagai peringkat pertama dalam penanganan kasus-kasus korupsi. Hal itu diketahui dari hasil rapat kerja Kejagung.

Asisten Tindak Pidana Khusus (aspidsus) Kejati Jateng, Jhony Manurung mengatakan, peringkat pertama dalam penanganan kasus korupsi tersebut diakuinya karena kinerja Kejati Jateng yang berimbang dalam penanganannya baik kasus yang masuk hingga ke tingkat penyidikan dan penuntutan. ”Dari periode Januari sampai bulan Mei Kejati Jateng terbaik se-Indonesia dalam pemberantasan korupsi. Peringkat kedua Jawa Timur dan ketiga Sulawesi Selatan,” kata Jhony, Senin (29/6).

Jhony juga menyebutkan, bahwa saat ini pihaknya tengah menangani sejumlah kasus korupsi. Perkaranya mulai tingkat penyidikan dan sebagian sudah ada di tingkat penuntutan. ”Kita tetap berusaha yang terbaik untuk menegakkan hukum, tentunya tanpa pandang bulu,” tandasnya.

Selanjutnya, Kepala Kajati (Kajati) Jateng, Hartadi SH MH menyatakan tidak berbangga hati tetapi akan terus bekerja dalam peningkatan kinerja dalam setiap penanganan kasus korupsi yang saat ini masih dan terus menjadi sorotan di masyarakat. ”Harus bekerja secara profesional, proporsional dan berhati nurani,” ujarnya.

Menurut Hartadi, peringkat pertama dalam kinerja penanganan kasus korupsi itu bukan untuk menjadi sesuatu yang perlu dibanggakan tapi harus dijadikan motivasi agar bisa menjadi lebih baik peningkatan kinerja khususnya penanganan kasus korupsi. ”Saya akan terus memerintahkan kepada para jaksa dan stafnya untuk terus bekerja dengan penuh amanah dan bertanggung jawab atas setiap tugas dan wewenang yang diberikan serta jangan sampai disalahgunakan,” ungkapnya.

Hartadi juga menegaskan, apabila dalam tugas dan wewenang yang telah diberikan tapi disalahgunakan, maka hal tersebut akan ditindak tegas sesuai dengan aturan yang ada dan tidak ada kompromi terkait masalah hukum yang dilanggar. ”Kami akan tidak tegas, bila ada yang menyalahgunakan tugas dan wewenang yang diberikan,” sebutnya. (bj/zal/ce1)