Gagalkan Peredaran Uang Palsu Saat Lebaran

207
DIBEKUK : Kapolres Batang AKBP Joko Setiono saat memeriksa tersangka pengeder uang palsu dan barang bukti di Mapolres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBEKUK : Kapolres Batang AKBP Joko Setiono saat memeriksa tersangka pengeder uang palsu dan barang bukti di Mapolres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG–Sapuan Rame bin Rayis, 50, warga Dukuh Kauman RT 04 RW 02, Desa/Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, dan Walgiono alias Selamet, 57, warga Dusun Kampung RT 02 RW 16, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, tahun ini tak bisa menikmati hari raya bersama keluarga di rumahnya. Pasalnya, Minggu (28/6) kemarin, keduanya ditangkap Sat Reskrim Polres Batang, ketika melakukan transaksi menggunakan uang kertas palsu pecahan seratus ribu rupiah.

Penangkapan tersebut bermula saat Sapuan Rame, Kamis (25/6) malam, membeli rokok kretek tiga bungkus di warung milik Kholisatun Nisak, 24, di Desa Cokro, Kecamatan Blado, Batang, menggunakan uang palsu pecahan seratus ribu. Karena saat itu gelap, Kholisatun baru mengetahui esok harinya, kalau uang yang diterima dari Sapuan Rame adalah palsu. Kholisatun akhirnya melaporkan hal tersebut ke Polsek Blado Polres Batang.

Sapuan sendiri merasa berhasil mengelabui pedagang dengan uang palsu, kembali melakukan pembelian rokok di warung milik Tri Murni, 19, di Desa Siguci, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang. Aksi Sapuan sama seperti yang dilakukan sebelumnya, membeli tiga bungkus rokok dengan selembar uang palsu recehan seratus ribu.

Berkat kerjasama dengan warga, Sapuan akhirnya berhasil ditangkap di rumahnya, Minggu (28/6) kemarin. Dengan barang bukti 43 lembar uang kertas palsu recehan seratus ribu, yang belum sempat diedarkan disita petugas. Dari hasil pengembangan pemeriksaan, Sapuan mengaku bahwa uang kertas palsu dibeli dari Walgiono. Untuk uang kertas palsu senilai Rp 5 juta, dibeli dengan uang asli senilai Rp 2 juta.

Walgiono pun akhirnya ditangkap di Losmen Mutiara Kota Pekalongan, setelah menyerahkan uang kertas palsu senilai Rp 12 juta yang dipesan Sapuan. Sedangkan HR, warga Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, pemilik dan pedagang uang palsu yang memasok Walgiono, belum sempat ditangkap. Lantaran masih berada di Tangerang, Jawa Barat.

Sapuan saat diperiksa di Mapolres Batang, Senin (29/6) kemarin, mengungkapkan bahwa uang kertas palsu nominal seratus ribu sebanyak 50 lembar, rencananya akan dibelanjakan saat menjelang Lebaran.

Menurutnya dari tujuh kali transaksi yang dilakukan, hanya satu kali uang palsu yang digunakan itu diketahui oleh pedagangnya. Salah satunya ketika membeli rokok di Desa Cokro Kecamatan Blado, Batang.

Walgiono juga mengatakan bahwa penjualan uang palsu baru dijalani sejak 6 bulan terakhir. Karena dirinya ditawari untuk menjualkan uang palsu milik HR, yang saat ini bekerja di Tangerang. “Saya terima upah 10 persen dari total penjualan uang palsu,” kata Walgiono.

Sementara itu, Kapolres Batang AKBP Joko Setiono, bahwa pihaknya saat ini sedang mengejar sumber pemilik dari uang palsu yang berada di Tangerang. Adapun data identitas diri pelaku sudah di tangan Sat Reskrim Polres Batang.

“Para pelaku, pengedar dan pemilik uang palsu, yakni Sapuan Rame dan Walgiono dikenail Pasal 245 KUHP Pasal 26 ayat 3 Joo Pasal 36 ayat 3, UURI Nomor 7 Tahun 2011, tentang mata uang,” tegas Kapolres Batang AKBP Joko Setiono. (thd/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here