Dibakar Cemburu, Suami Bunuh Istri

166

KENDAL – Diduga dibakar api cemburu, seorang suami tega membunuh istrinya saat hendak menikmati santap sahur. Pelaku diketahui bernama Slamet, 23, warga Desa Gempolsewu RT 4 RW 5, Kecamatan Rowosari, Kendal. Ia nekat menghabisi nyawa istrinya, Rina Ramayanti, 20, dengan cara membekap mulut korban hingga tewas.

Slamet yang setiap harinya bekerja sebagai nelayan ini mengaku tidak bisa menahan kemarahannya setelah mendengar istrinya mengancam akan selingkuh. Slamet kalap dan membekap istrinya dari belakang hingga tewas. Padahal pasangan suami-istri ini tampak bahagia dan tak terlihat ada masalah. Hasil pernikahan keduanya selama dua tahun telah dikaruniai seorang anak bernama Gilang, yang baru berumur satu tahun. Keduanya hidup di rumah Jumiati, ibu kandung Rina Ramayanti.

Usai membunuh sang istri, Slamet tidak kabur, tapi menyerahkan diri ke Mapolsek Rowosari. Ia meninggalkan jenazah istrinya telentang di atas kasur. Di sebelahnya, tertidur putra sewayangnya, Gilang. Peristiwa itu kali pertama diketahui oleh Jumiati setelah mendengar Gilang menangis terus-menerus.

”Saya mendengar Gilang menangis terus di dalam kamar. Akhirnya saya masuk kamar untuk membangunkan Rina supaya segera disusui. Tapi, Rina tidak bergerak dan ternyata sudah meninggal,” kata Jumiati sedih kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (29/6).

Jumiati mengaku, sebelum kejadian itu, dirinya tidak mendengar keributan apa pun dari dalam kamar korban. Sebab, selama ini, kehidupan rumah tangga anaknya dengan menantunya itu tidak ada masalah. ”Saat masuk kamar itu, suaminya sudah tidak ada. Kami langsung melaporkan ke polisi,” ujarnya.

Kapolsek Rowosari AKP Muhammad Rif’an mengatakan, hasil pemeriksaan dan keterangan saksi, pelaku nekat membunuh korban lantaran kesal mendengar istrinya mengancam akan selingkuh. ”Mendengar ucapan istrinya itu, pelaku mengaku marah. Ia langsung membekap korban dari belakang hingga tewas karena kehabisan napas,” katanya.

Usai membunuh, pelaku sempat bingung melihat istrinya yang sudah tidak bernyawa. Ia kemudian menidurkan mayat istrinya di atas ranjang di samping anaknya. ”Pelaku kemudian menyerahkan diri ke mapolsek,” tuturnya.

Tersangka Slamet mengaku kalap setelah mendengar istrinya akan selingkuh. Ia merasa tidak dihormati dan dihargai sebagai suami yang sudah susah payah menafkahi istri dan anaknya. ”Saya bekap dengan lengan tangan saya dari belakang saat dia hendak keluar kamar mau sahur. Saya merasa cemburu dan kesal karena dia mengaku mau selingkuh,” akunya. (bud/aro/ce1)