SEMARANG – Mendekati masa pendaftaran calon kepala daerah, sejumlah parpol mulai bergerak cepat. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra dalam waktu dekat bakal menurunkan rekomendasi untuk calon kepala daerah di delapan daerah yang bakal menggelar Pilkada Desember mendatang.

Ketua Desk Pilkada Partai Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro mengatakan, delapan daerah itu adalah Kabupaten Blora, Kabupaten Semarang, Sukoharjo, Sragen, Demak, Pemalang Kota Surakarta serta Kabupaten Boyolali. DPD Partai Gerindra Jateng bakal langsung ke Jakarta untuk menemui pengurus DPP. ”Sekarang sudah melengkapi berkas, secepatnya delapan rekomendasi bakal turun,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, dalam pengajuan ke DPP ada beberapa nama-nama yang diusung. Sementara untuk rekomendasi semua merupakan kewenangan dari DPP untuk menentukan siapa calon yang diusung dalam pilkada. Meski begitu, semua calon sudah melalui beberapa proses seleksi mulai dari bawah. ”Kami akan tetap mengusung mereka yang memiliki kapasitas dan elektabilitas yang tinggi. Karena sebelumnya sudah melakukan survei di masyarakat,” imbuhnya.

Sriyanto menegaskan, pilkada Desember mendatang merupakan ajang pertarungan partai Gerindra di Jateng. Meski begitu, untuk mengusung calon Gerindra tetap harus berkoalisi dengan parpol lain mengingat tidak bisa mengusung sendiri. Ia bahkan mengklaim bakal memberikan kejutan saat pelaksaan pilkada mendatang. ”Kami tetap membuka komunikasi dengan parpol lain agar bisa mengusung calon. Ya lihat saja nanti pasti juga akan berkoalisi dengan PDIP,” tambahnya.

Ketua Desk Pilkada DPD PDIP Jateng Agustina Wilujeng mengatakan saat ini PDIP masih menunggu rekomendasi di 15 daerah lain. Sebab, sebelumnya enam daerah sudah keluar rekomendasinya dan sudah siap mengikuti proses pilkada. ”Dalam waktu dekat ada tiga daerah yang bakal turun. Yakni Kabupaten Semarang, Kota Pekalongan dan Kabupaten Kendal,” katanya.

Sedangkan 12 daerah lain bakal secepatnya menyusul untuk turun rekomendasinya. Untuk rekomendasi dimungkinkan bakal turun setelah tanggal 12 Juli karena PDIP masih melakukan survei tahap kedua untuk mengetahui kekuatan masing-masing calon yang bakal diusung. PDIP sendiri ditarget harus bisa memenangkan 15 kepala daerah dalam pilkada mendatang. ”Meski bisa mengusung calon sendiri, kami tetap berkoalisi. Tergantung dengan pengurus di daerah masing-masing,” tambahnya. (fth/ric/ce1)