Warga Serbu 300 Paket Sembako di Pasar Murah

248
DISERBU: Warga membeli baju lebaran untuk anak mereka disalah satu stand pasar murah di Kecamatan Dempet, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radara semarang)
DISERBU: Warga membeli baju lebaran untuk anak mereka disalah satu stand pasar murah di Kecamatan Dempet, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radara semarang)

DEMAK – Pasar murah yang digelar dalam rangka bulan Ramadan dan Idul Fitri oleh Bagian Perekonomian Setda Pemkab Demak dibeberapa kecamatan kemarin berlangsung meriah. Tidak ada dua jam, barang kebutuhan pokok yang dijajakan distand langsung ludes dibeli warga kurang mampu.

Di Kecamatan Dempet misalnya, warga sejak pagi berbondong-bondong untuk memborong sembako dan kebutuhan pokok lainnya dalam pasar murah tersebut. Warga tertarik ke pasar murah karena harganya berbeda dengan pasaran umum. Ini karena ada subsidi dari pemerintah.

Subsidi berkisar antara Rp 2 ribu per item barang hingga Rp 25 ribu untuk satu paket. Untuk paket tersebut berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan 1 botol sirup. Bila satu paket itu seharga Rp 85 ribu. Namun, setelah disubsidi menjadi Rp 60 ribu.

Kabag Perekonomian, Suhasbukit melalui Kasubag Produksi, Retno Widiyastuti mengatakan, antusiasme warga sangat tinggi. “Tak pakai lama barang yang dijual langsung habis,”katanya.

Ia menambahkan, panitia menyediakan sebanyak 300 paket kupon. Pasar murah ini memang digelar secara bergiliran sesuai jadwal di setiap kecamatan supaya warga pedesaan bisa datang langsung ke lokasi di kecamatan masing-masing. Pasar murah berlangsung mulai 27 Juni hingga 12 Juli mendatang. Untuk kemarin, pasar murah yang ditinjau langsung Bupati Dachirin Said tersebut dilaksanakan Kecamatan Kebonagung, Dempet dan Wonosalam. “Yang terakhir nanti digelar di kabupaten. Pasar murah ini memang disediakan dengan sasaran warga berpenghasilan rendah,” tambahnya.

Kasi Permas Kecamatan Dempet, Sururi menambahkan, pasar murah diperlukan untuk menekan dampak inflasi bagi masyarakat, utamanya dalam pemenuhan kebutuhan pokok. Di Kecamatan Dempet, kata dia, diikuti 24 stand. Terdiri dari stand dari 16 desa ditambah dari instansi terkait, seperti UPTD, BKK, UPK, dharma wanita dan peguyuban.

“Untuk kecamatan memberikan subsidi Rp 2 ribu per item barang,”katanya. Misalnya saja, minyak goreng kemasan yang semula Rp 11.800 dijual cuma Rp 10 ribu, gula pasir yang berharga Rp 12 ribu dijual Rp 10 ribu perkilogram dan lainnya. Menurut dia, warga kurang mampu yang tidak bisa ke lokasi pasar murah karena lokasinya jauh, maka dibelikan kepala desa setempat secara kolektif. (hib/fth)