Tinggal 3 Bulan, Baru Capai 25 Persen

185

UNGARAN- Pendapatan Pajak Bumi Bangunan (PBB) di Kabupaten Semarang per 22 juni 2015 baru terealisasi 25 persen atau sebesar Rp 6,206 miliar dari target Rp 24,5 miliar. Padahal jatuh tempo pembayaran PBB tinggal 3 bulan lagi, yakni berakhir pada 30 September 2015.

“Jumlah wajib pajak (WP) PBB di Kabupaten Semarang sekitar 722.000 orang. Hanya saja tingkat kesadaran WP untuk membayar PBB baru 77 persen saja. Selain itu ada data PBB bermasalah di Kabupaten Semarang yang mencapai 20 persen. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab realisasi pendapatan PBB masih rendah yakni masih sekitar 25 persen,” ungkap Kabid Pajak, Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Semarang, Aris Abadi, Minggu (28/6) kemarin.

Aris menambahkan, melihat kondisi realisasi pendapatan baru 25 persen, pihaknya berupaya melakukan intensifikasi pajak. Salah satunya meminta kepala desa (Kades) seluruh Kabupaten Semarang untuk membantu intensifikasi PBB. “Para kades sudah menyanggupi megupayakan pembayaran PBB di desanya lunas 100 persen. Harapan kami para kades benar-benar merealisasikannya. Sehingga target pendapatan PBB tahun ini bisa tercapai,” kata Aris.

Menurut Aris, selain meminta Kades membantu intensifikasi PBB, juga melakukan program panutan bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Semarang. Program tersebut mewajibkan seluruh PNS melaporkan bukti pembayaran PBB.“Sehingga PNS dapat menjadi panutan pembayaran PBB,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala DPPKAD Kabupaten Semarang, Abdullah Maskur mengatakan, di tahun 2015 harapannya pendapatan PBB dapat melampaui target. Seperti pendapatan PBB tahun 2014 yang ditarget sebesar Rp 21,556 miliar dan terealisasi 112 persen. Bahkan di tahun 2014 sebanyak 29 desa pembayaran PBB-nya lunas 100 persen. (tyo/zal)