Tiga Pencuri Spesialis Kabel Telepon Ditangkap

433
GELAR PERKARA: Tiga pelaku pencurian kabel Telkom FO di Limbangan diintrogasi oleh petugas reskrim Polres Kendal, Minggu (28/6) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA: Tiga pelaku pencurian kabel Telkom FO di Limbangan diintrogasi oleh petugas reskrim Polres Kendal, Minggu (28/6) kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Jajaran reserse kriminal (reskrim) Polres Kendal berhasil mengamankan 1.000 mete kabel telkom jenis fiber optic (FO) yang hendak dicuri. Selain mengamankan baran bukti, polisi juga menangkap tiga orang yang diduga pelaku pencurian kabel telkom FO di Limbangan.

Kasat reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriyansyah mengatakan awalnya Polres mendapatkan laporan akan jaringan telepon yang tertanggu. Setelah diselediki, ternyata terdapat kabel Telkom FO yang hilang. “PT Telkom mengalami kerugian lebih kurang Rp 19,5 juta atas hilangnya kabel FO ini,” katanya, disela gelar perkara, Minggu (28/6).

Berdasarkan penyelidikan, akhirnya diketahui jika kabel tersebut telah dicuri oleh tiga pelaku. Yakni, Tukimin, 54, Warga Tambakaji, RT 09 RW 04, Kecamatan Ngaliyan, Semarang. “Tukimin ini kami ketahui sebagai boss yang memerintahkan melakukan pencurian kabel FO,” imbuhnya.

Dua pelaku lain yakni Mat Soleh, 44, Warga Bandarharjo, Kecacamatan Semarang Utara, Semarang dan rekannya Ali Usman, 44, Warga Batursari, Kecamatan Mranggen, Demak. Kedua pelaku ini sebagai pengeksekusi atau yang melaksanakan pencurian. Pelaku beserta barang bukti berhasil ditangkap petugas saat hendak akan dibawa para pelaku untuk dijual. “Kami tangkap diperbatasan Kota Kendal-Batang sebelum barang itu hendak dijual oleh pelaku kepada seorang penadah yang saat ini masih kami selidiki siapa dan dimana keberadaannya,” tambahnya.

Polisi mengamankan barang bukti lainnya berupa linggis, kunci pas, tanggem, tangga. Alat tersebut diduga adalah alat yang digunakan pelaku untuk mencuri kabel FO. Selain itu juga mengamankan mobil pickup yang digunakana para pelaku untuk mengangkut kabel saat hendak akan dijual. “Ketiga pelaku kami jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara,” tambahnya.

Sementara Mat Soleh mengaku jika dirinya hanya disuruh untuk mengambil kabel telepon gulungan oleh Tukimin. “Saya tidak tahu kalau kabel itu kabel curian, karena saya katanya mau dikasih penghasilan tambahan, jadi saya ikut saja,” akunya.

Soleh setiap harinya mengaku bekerja sebagai seorang satpam di salah satu perusahaan di daerah Ngaliyan, Kota Semarang. “Saya tidak tahu, tiba-tiba ditangkap polisi. Ternyata saya dijebak, kabel ini ternyata hasil curian yang dilakukan Tukimin bersama-sama rekannya,” tambahnya. (bud/fth)