Sampah Capai 800 Meter Kubik

345
Meningkat:  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah  Bojonglarang, Kajen, Kabupaten Pekalongan, tak mampu lagi menampung sampah, kemarin. (TAUfik hidayat/jawa pos radar semarang)
Meningkat: Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bojonglarang, Kajen, Kabupaten Pekalongan, tak mampu lagi menampung sampah, kemarin. (TAUfik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN : Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bojonglarang, yang berlokasi di Desa Linggo Asri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan Kini sudah tidak mampu menampung sampah masyarakat. Selama dua minggu terakhir atau memasuki 12 hari di bulan suci Ramadan, produksi sampah rumah tangga dan pasar meningkat. Bahkan produksi sampah mencapai 800 meter kubik lebih per hari, dari hari biasa yang hanya 450 meter kubik saja.

Akibatnya TPA dengan luas lahan 2300 meter persegi, dan kedalaman 15 meter kini sudah over load. Banyak sampah yang tidak sempat terangkut, seperti di Kecamatan Kedungwuni, Kecamatan Bojong dan Buaran. Selain itu, karena banyaknya sampah, dan terbatasnya tenaga kerja di DPU Kabupaten Pekalongan. Perbaikan jembatan Surabayan juga memperlambat truck pengangkut sampah, karena harus berputar melalui Kecamatan Bojong atau Doro untuk menuju TPA Bojonglarang.

Seorang warga Desa Salakbojo RT 05 RW 02, Kecamatan Karangdadap, Rustini,43, kemarin, mengeluhkan banyaknya sampah di Pasar Kedungwuni, yang tidak terangkut truk sampah, terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Sejak sebulan terakhir, petugas dinas kebersihan sering terlambat mengambil sampah, bahkan terkadang tidak diangkut. Dengan alasan terbatasnya tenaga kerja dan armada yang ada. ”Biasanya sampah selalu diambil lebih pagi , namun sejak adanya perbaikan jembatan, sampah pasar sering terlambat, bahkan tidak terangkut,” kata Rustini.

Operator pengelola Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bojonglarang, Desa Linggo Asri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Sukarjo mengatakan, sejak memasuk bulan Ramadan, produksi sampah di Kabupaten Pekalongan meningkat hingga 2 kali lipat. Meningkatnya sampah yang bukan hanya dari rumah tangga, tapi juga sampah yang ada di pasar tradisional ”Ada 16 armada truk yang setiap hari mengangkut sampah, namun karena sampah meningkat hingga dua kali lipat. Sehingga banyak sampah yang tidak sempat terangkut ke TPA,” katanya.

Sukarjo menambahkan, melimpahnya sampah yang dibuang di TPA Bojonglanang, tidak sebanding dengan peralatan kerja yang ada di TPA. Bulldozer atau alat berat, yang dimiliki oleh DPU, untuk mengelola sampah harusnya ditambah. Karena ketika alat rusak dan sampah menggunung, sangat mengganggu akses jalan masuk. ”Bulldozer hanya ada dua tapi satu sering, kalau rusak seperti ini. Kita sulit meratakan sampah, mestinya DPU memiliki 2 bulldozer ” tambahnya.

Kasie Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Pekerjaan Umum, Kabupaten Pekalongan, Untung membenarkan, jika TPA Bojonglarang sudah melebihi daya tampung. Meski TPA melebihi kapasitas, pihaknya berusaha sebagian sampah dikelola, agar sampah bisa berkurang, dan lebih bermanfaat. (thd/fth)