JALIN KEGUYUBAN: Drs KH Abdul Hamid Suyuti saat memberikan tausiah di sela tarling hari ke-11 Ramadan di Rumdin Wali Kota Jalan Abdurahman, Sabtu (27/6) lalu. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
JALIN KEGUYUBAN: Drs KH Abdul Hamid Suyuti saat memberikan tausiah di sela tarling hari ke-11 Ramadan di Rumdin Wali Kota Jalan Abdurahman, Sabtu (27/6) lalu. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

MANYARAN – Memasuki hari kesebelas bulan Ramadan, Sabtu (27/6), tarawih keliling bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dilaksanakan di Rumah Dinas Jalan Abdurahman Saleh No 166. Wali kota dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tarling bersama ini selain untuk menjalin ukuwah islamiah juga merupakan wujud ketaatan menjalankan ibadah bulan Ramadan.

Di bulan yang spesial ini, lanjutnya, berbagai amalan positif akan diberikan pahala berlipat ganda. Termasuk dalam amalan positif tersebut adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Semarang. ”Oleh karenanya, mari tumbuhkan semangat bersama untuk tidak pernah capek memberikan pelayanan terbaik bagi warga masyarakat. Jangan jadikan puasa sebagai penghalang, melainkan sebagai penyemangat karena bulan ini penuh dengan kebaikan dan keberkahan,” tandas Hendi, sapaan akrab wali kota.

Menurut Hendi, ukhuwah yang terjalin melalui kegiatan tarawih keliling ini, juga merupakan wujud komitmen dalam menciptakan kekompakan, keguyuban dalam membangun Kota Semarang. Di mana dengan guyub rukun tersebut berbagai permasalahan yang ada di Kota Semarang semakin mudah terselesaikan. ”Dengan modal kebersamaan inilah, Kota Semarang yang memiliki berbagai potensi termasuk kondisi alam maupun budaya akan semakin unggul dan hebat,” katanya.

Sementara, Drs KH Abdul Hamid Suyuti dalam tausiahnya menyampaikan bahwa bulan Ramadan menurut Rasulullah Muhammad SAW dibagi menjadi 3 bagian. Yakni, pada 10 hari pertama adalah rahmat, di mana banyak sekali rahmat yang diturunkan Allah kepada kita. ”Oleh karenanya, perbanyak berdoa dan beribadah kepada Allah agar setiap hari kita berada di dalam rahmat-Nya,” ungkap Abdul Hamid.

Kemudian 10 hari kedua di bulan Ramadan adalah maghfirah, di mana dosa-dosa akan diampuni oleh Allah bila hambanya bertaubat. Oleh karenanya, diingatkan Abdul Hamid, untuk memperbanyak salat malam, berdoa, zikir, serta bermuhasabah diri atau bertaubat nasuha.

Terakhir, di sepuluh hari ketiga bulan Ramadan adalah penghindaran diri dari siksa api neraka atau ”itkum minannar” atau kebebasan dari api neraka. Pada sepuluh hari akhir inilah, manusia diberi kesempatan untuk menyucikan diri dan memperbanyak doa agar senantiasa dihindarkan dari api neraka, tekan Abdul Hamid.

Dalam kesempatan tersebut diserahkan pula bantuan bagi para korban bencana di Kota Semarang. Wali Kota Semarang menyerahkan langsung bantuan berupa uang tali asih tersebut pada para korban didampingi Kepala BPBD Kota Semarang dan Kepala BPBD Kota Semarang. (zal/ce1)