TINGKATKAN SDM: Seluruh Kepala Kampung Pegunungan Bintang Papua saat mendapat materi dari Fakutas Sains dan Matematika (FSM) UKSW. (Dinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)
TINGKATKAN SDM: Seluruh Kepala Kampung Pegunungan Bintang Papua saat mendapat materi dari Fakutas Sains dan Matematika (FSM) UKSW. (Dinar Sasongko/Jawa Pos Radar Semarang)

SALATIGA – Fakultas Sains dan Matematika (FSM) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) memperoleh kepercayaan dari Pemerintah Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua untuk menyelenggarakan kegiatan bertajuk Inosatek untuk Papua: Membangun Indonesia dari Daerah Kabupaten Pegunungan Bintang Papua Berbasis Transformasi Kultur Perambah ke Kultur Inovasi Lokal dengan Inovasi Sains dan Teknologi pada Bidang Sains dan Teknologi.

Kegiatan yang dimulai sejak 3 hingga 28 Juni ini diikuti oleh 34 Kepala Distrik dan 277 Kepala Kampung serta dibagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama telah diselenggarakan pada 3 – 10 Juni 2015 dengan sejumlah peserta dari Distrik Oksibil, Okbibab, Kiwirok, Borme, Batom, Kiwirok Timur, Pepera, Iwur, Kawor, Tarub, Awinbon, dan Kalomdol. Sedangkan gelombang kedua yang digelar pada 12 – 19 Juni 2015 diikuti oleh peserta dari distrik Serambakon, Okbape, Alemson, Oksop, Oksebang, Oklip, Okhika, Okbab, Aboy, Teiraplu, Batani, Murkim, dan Jetfa.

Dalam kegiatan yang melibatkan seluruh dosen FSM UKSW serta 50 mahasiswa ini, kepala desa dan kepala distrik mengikuti beberapa agenda seperti pembekalan tentang RPJMDes, RKPDes dan APBDes; pelatihan pertanian, pelatihan pembuatan pupuk, belajar generator listrik, kunjungan ke Kelurahan Tegalrejo dan diskusi program.

Saat ini tengah berlangsung kegiatan serupa bagi gelombang ketiga yang dimulai sejak Senin (22/6) dan akan berakhir pada Minggu (28/6). Peserta gelombang ketiga berasal dari distrik Mofinop, Bime, Okbemtau, Weime, Eipumek, Pamek, Nongme, Ok Aom, dan Oksamol.

Dekan FSM UKSW, Dr. Suryasatriya Trihandaru, saat ditemui di sela acara menyampaikan bahwa kehadiran seluruh kepala kampung yang ada di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua ke UKSW bertujuan untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Peningkatan SDM ini bukan tanpa alasan, sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah mengenai beberapa peraturan desa, maka seluruh kepala desa wajib memiliki kemampuan dalam hal penyusunan dokumen perencanaan desa sebagai syarat administrasi pencairan dana desa.“Tri Dharma Perguruan Tinggi maka PT wajib untuk menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan yang mengintegrasikan hal ini adalah dengan membantu program pembangunan Kabupaten Pengunungan Bintang,” terang Surya.

Hal senada juga dikatakan Rektor UKSW Prof Pdt. John A. Titaley bahwa kegiatan ini adalah salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan UKSW dan juga bentuk dukungan untuk pemerataan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Hal senada juga disampaikan oleh Drs. Dance Hosio selaku Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPMK), dirinya menuturkan bahwa perlu ada pendampingan kepada seluruh Kepala Kampung di Pegunungan Bintang Papua sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam hal pemberdayaan desa.(sas/zal)