DICEK: Petugas gabungan dari Polres Kendal, Koramil dan PT KAI DAOP IV Semarang melakukan pengecekan kondisi rel di Pegandon, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DICEK: Petugas gabungan dari Polres Kendal, Koramil dan PT KAI DAOP IV Semarang melakukan pengecekan kondisi rel di Pegandon, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Sepanjang wilayah Kecamatan Pegandon banyak pengait rel kereta api yang hilang dicuri. Tidak hanya pengait rel, kabel dan lampu sinyal juga banyak yang hilang. Padahal keberadaan lampu sinyal dan pengait rel ini sangat penting dalam perjalanan kereta apim, guna keselematan para penumpang dan pelintas rel.

Hilangnya pengait rel di sekitar Stasiuin Kalibodri Pegandon diketahui saat dilakukan pengecekan oleh tim gabungan dari Polsek Pegandon, Koramil dan petugas PT KAI Daop IV Semarang. Diduga besi pengait dan lampu sinyal hilang akibat dicuri. Pengecekan dilakukan dengan menyusuri jalur sepanjang delapan kilometer dan memeriksa satu-persatu pengait rel di jalur ganda tersebut. Tidak hanya memeriksa besi pengait rel, petugas gabungan ini memeriksa kabel dan lampu sinyal di stasiun dan perlintasan.

Kabel dan lampu sinyal mempunyai peran penting, dalam perjalanan kereta api. Sebab secara otomati mengatur perjalanan kereta api agar tidak terjadi kecelakaan. “Hilangnya pengait dan lampu sinya diduga antaran mudah dilepas dengan memukul besi pengait dengan linggis, palu atau lainnya,” kata Kapolsek Pegandon AKP Eko Prastyanto, Jumat (26/6).

Ia menambahkan, pengecekan dilakukan lantaran mendekati hari lebaran, di mana aktifitas orang mudik menggunakan kereta api melonjak naik. Begitupun pelintas palang pintu juga akan bertambah dengan pemudik yang menggunakan roda dua atau kendaran umum lainnya. “Kami akan terus melakukan pengawasan dan patroli agar kasus pencurian besi pengait rel hilang. Tapi sepanjang delapan kilometer jalur kereta api di wilayah Pegandon secara umum layak dilalui kereta api,” imbuhnya.

Perihal perlintasan kereta api, pihaknya sudah berkordinasi dengan pemerintah Kabupaten Kendal dan menempatkan petugas linmas serta memasang bendera merah. “Pengawasan akan kami tingkatkan, untuk mengantisipasi kecelakaan pada arus mudik dan arus balik lebaran 2015 ini,” tambahnya.

Sementara itu Junior Manager Inspektor Jalan Rel dan Jembatan PT KAI Daop IV Semarang, Suyanto mengatakan setiap hari petugas melakukan pemeriksaan rel. pemeriksaan meliputi besi pengait, kabel sinyal dan perlintasan sepanjang wilayah kendal. “Rutin kami lakukan pengecekan disepanjang rel di jalur pantura ini. Tapi terhadap hilangnya pengait ini segera akan kami laporkan untuk segera diperbaiki dan dipasang kembali,”katanya.

Pengecekan rel ini, sebagai upaya menciptakan rasa nyaman dan aman perjalanan kereta api saat arus mudik lebaran mendatang. Pasalnya saat arus mudik volume perjalanan kereta api meningkat dan menjadi rawan. Khususnya di perlintasan tanpa palang pintu. (bud/fth)