TIDAK KAPOK: Dari Kiri Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah dan Kabag Ops, AKP Arianto Salkery mengintograsi empat pelaku judi togel di halaman mapolres, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TIDAK KAPOK: Dari Kiri Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah dan Kabag Ops, AKP Arianto Salkery mengintograsi empat pelaku judi togel di halaman mapolres, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Pelaku perjudian di Kendal sepertinya sudah sangat bandel. Buktinya sudah berkali-kali dirazia, tetap saja peredaran judi toto gelap masih tak kunjung berhenti. Justru sebaliknya, judi tebak angka itu masih banyak terjadi di Kendal. Terbukti, hasil operasi Polres Kendal mengamankan sebanyak 20 pelaku udi togel. Semuanya merupakan pengecer atau penjual kupon togel yang berhasil dibekuk dari hasi operasi di seluruh wilayah Kendal. Sayang sejauh ini penidakan hanya berhenti disitu dan belum pernah menyentuh Bandar besarnya.

Sebanyak 20 pejudi togel, berhasil ditangkap Jajaran Polres Kendal selama kurun waktu dua minggu terakhir. “Para pelaku yang tertangkap langsung kami tetapkan tersangka dan kami kenakan Pasal 303 KUHP. Ancaman pidananya, hukuman maksimal 10 tahun penjara,” kata Kasat Reskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah, kemarin.

Fiernando menambahkan, pihaknya masih terus meningkatkan upaya pemberantasan aktifitas perjudian yang ada di Kabupaten Kendal. Upaya tersebut selain untuk memberikan efek jera kepada pelaku, juga pembrantasan penyakit masyarakat. “Terutama saat ramadhan seperti agar tenang dalam melaksanakan ibadah,” imbuhnya.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa puluhan lembar kupon dan uang senilai belasan juta rupiah. Meski begitu, pihaknya berupaya melakukan tindakan preventif terhadap tindak pidana perjudian. Judi togel dinilai sudah meresahkan masyarakat sehingga perlu digalakkan pembrantasan judi togel. Upaya preventif atau pencegahan yakni dengan cara memberikan pembinaan kepada masyarakat agar tidak menjadi pelaku judi togel, baik pembeli, pengecer maupun kurir kupon judi togel. “Semua tersangka perjudian sudah menjalani pemeriksaan kemudian berkasnya akan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri setempat untuk proses hukum selanjutnya,” tambahnya Kabag Ops Polres Kendal, AKP Arianto Salkery.

Dua diantara pelaku perjudian togel baru ditangkap petugas, yakni Arga Gede Surya Haryo Mataram,24, warga Kecamatan Kangkung dan Jasman,54, warga Kecamatan Kendal. Arga Gede mengaku sudah menjalankan bisnis togel tiga bulan terakhir karena terdesak kebutuhan ekonomi. Sehari, dia mendapatkan keuntungan Rp50 ribu dari hasil penjualan togel. “Terpaksa, karena tidak ada pekerjaan lain. padahal, saya butuh tambahan pendapatan,” akunya.

Dia mengaku, aktifitas perjudian masih dilakukan meski memasuki bulan Ramadan. Hal itu karena justru digunakan untuk mencari keuntungan yang lebih dibanding hari biasa. “Puasa kan mau lebaran jadi kebutuhan bertambah banyak. Baik penjual dan pembeli inginkan uang banyak,” tambahnya. (bud/fth)