PELETAKAN BATU : Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag Prof Muh Ishom Yusqi dan Rektor IAIN Salatiga, Dr Rahmat Hariyadi dalam acara peletakan batu pertama di lahan yang akan dibangun kampus III di Kelurahan Pulutan, kemarin (26/6). (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELETAKAN BATU : Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag Prof Muh Ishom Yusqi dan Rektor IAIN Salatiga, Dr Rahmat Hariyadi dalam acara peletakan batu pertama di lahan yang akan dibangun kampus III di Kelurahan Pulutan, kemarin (26/6). (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA–Pembangunan kampus III Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga di atas lahan seluas 45 hektare, akan menelan biaya hingga Rp 900 miliar. Lama pembangunannya hingga 10 tahun pada 2025.

“Sumber dana utama pembangunan dari pemerintah melalui Kementrian Agama,” jelas Rektor IAIN Salatiga, Dr Rahmat Hariyadi dalam acara peletakan batu pertama di lahan yang akan dibangun di Kelurahan Pulutan.

Menurutnya, pembangunan tahap awal akan dibangun gedung perkuliahan di atas lahan seluas 2400 meter persegi dan luas bangunan 7200 meter persegi yang menampung 2400 mahasiswa. “Rencananya dialokasikan dengan anggaran sebesar Rp 40,9 miliar,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam, Kemenag Prof Muh Ishom Yusqi mengharapkan IAIN tidak hanya mengharapkan sumber dana dari pemerintah. “Dengan Kota Salatiga yang merupakan kota pendidikan, kemungkinan banyak masyarakat yang akan membantu dan bergotong royong membangun IAIN,” terang Ishom dalam pidatonya.

Wakil Wali Kota salatiga, Muh Haris mengapresiasi pembangunan kampus IAIN. “Perencanaan pembangunan sudah komprehensif dan harus direalisasikan. Terlebih Salatiga merupakan kota pendidikan dan menuju smart city,” tuturnya.

Sementara itu, peletakan batu pertama ditandai dengan membawa batu ke atas kain, kemudian ditanam di tempat yang disediakan. Penanaman diawali oleh Prof Ishom Yusqi dan diiringi doa dari para tokoh agama yang hadir. (sas/ida)