BANYAK ORDER : Konveksi Ima di Desa Sruwen Kecamatan Tengaran terus meningkatkan produksi kerudung menjelang perayaan Lebaran 2015. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)
BANYAK ORDER : Konveksi Ima di Desa Sruwen Kecamatan Tengaran terus meningkatkan produksi kerudung menjelang perayaan Lebaran 2015. (Munir Abdillah/Jawa Pos Radar Semarang)

TENGARAN—Permintaan jilbab menjelang Lebaran Idul Fitri 2015 ini, meningkat tajam. Apalagi banyak artis mengenakan jilbab, turut meningkatkan penjualan di daerah. Terbukti, sejumlah konveksi di Tengaran menaikkan produksinya hingga 100 persen. Meski pada hari-hari biasa hanya 2000 buah tiap bulan, kini meningkat menjadi 4000 buah.

“Para pegawai kini fokus mengerjakan kerudung. Minimal 30 buah kerudung dalam sehari tiap pekerja. Jika desainnya rumit, memang akan lebih banyak menyita waktu kerja,” kata pemilik Konveksi Ima di Sruwen Tengaran Kabupaten Semarang, Siti Rofi’ah, 43.

Diakuinya, permintaan kerudung dan busana muslim datang dari berbagai kota. Ordernya terus mengalami kenaikan, bahkan jumlah pesanan tiap harinya mencapai 200 buah kerudung. “Tim produksi kami kewalahan memenuhi pesanan,” tuturnya.

Bahkan, lanjut Rofi’ah, banyak yang melakukan reseller untuk dijual kembali di luar Jawa. Untuk saat ini, produksinya baru mampu memberikan barang kepada toko-toko di Klewer, Salatiga, Boyolali, Suruh, Ambarawa dan Kabupaten Semarang.

“Meski begitu, beberapa pekerja kami, memang tidak memiliki pekerjaan di rumah. Kami memberikan waktu tambahan, sehingga dapat meningkatkan produksi,” terangnya.

Dia memprediksi, setelah Lebaran permintaan berubah. Dari yang biasanya kerudung, akan berganti ke baju tidur dan baju pengantin. Konveksinya tidak mau terlalu idealis dalam berproduksi. Jika tahun ajaran baru, konveksinya fokus ke seragam sekolah, jika Ramadan tiba seperti ini, beralih ke busana muslim.

“Kami mengikuti pasar. Mana yang laku akan kami produksi. Demikian juga dengan baju-baju yang sedang tren di kalangan selebriti, akan kami produksi,” ungkapnya.

Sementara itu, kenaikan omzet juga dialami oleh pedagang busana muslim di Pasar Raya Salatiga dan Pasar Kembangsari. Sejumlah peralatan ibadah laris manis. Farah Khoirunnisa, 29 pemilik toko Al Hikmah dan Farah Online Shop mengungkapkan bahwa banyaknya artis menggunakan jilbab, fashion jilbab makin digandrungi anak muda di Kabupaten Semarang. “Artis memang menjadi trend setter,” katanya. (abd/ida)