AKBP Latif Usman. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKBP Latif Usman. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN- Menjelang hari raya Idul Fitri, peredaran uang palsu (upal) diprediksi bakal meningkat. Karena itu, masyarakat diimbau waspada terhadap peredaran upal, terutama saat melakukan transaksi pembayaran atau menukaran uang dari seseorang. Selain itu, harus meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kriminalitas lainnya.

“Masyarakat harus waspada, terhadap peredaran uang palsu. Cermati dan teliti lebih dulu, jangan tergesa-gesa saat menerima pembayaran atau menukar uang. Sebab pengedar uang palsu akan memanfaatkan kelengahan korban,” tutur Kapolres, Kamis (25/6) kemarin.

Polres Semarang juga telah memerintahkan anggotanya untuk aktif melakukan patroli lingkungan baik secara terbuka maupun tertutup. Tujuannya untuk membatasi ruang gerak pelaku kejahatan, sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan merayakan Lebaran dengan nyaman. Masyarakat juga diimbau segera melapor jika melihat atau menjadi korban kejahatan.

“Anggota polisi akan rutin melakukan patroli, tetapi perlu ada dukungan dari masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan kondusivitas wilayah,” himbau Kapolres.

Salah seorang pengelola warung makan, di Ungaran, Priyono, 42, menyatakan bahwa pihaknya sudah melakukan antisipasi peredaran uang palsu dengan membeli alat deteksi uang. Sebab pada Lebaran tahun sebelumnya, saat warungnya ramai ada pembeli yang mengedarkan uang palsu. “Biasanya mereka menggunakan kesempatan membelanjakan uang palsu saat warung sedang ramai. Sebab di saat seperti itu, kami tentunya lengah,” kata Priyono. (tyo/ida)