ISC Geliatkan Kegiatan Pramuka

373

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini (ISC). Semaksimal mungkin akan kami dukung. Karena sekarang ini siapa sih yang tertarik dengan pramuka. Padahal dengan pramuka, banyak hal-hal positif yang didapat. Dengan kegiatan ini, kami (pramuka) sangat terbantu. Prinsipnya Kwarcab Semarang siap dukung.”

adi trihanantoWEB

Adi Tri Hananto
Ketua Kwarcab Kota Semarang

SEMARANG – Kegiatan pramuka yang merupakan ekstra wajib di setiap sekolah mendorong siswa untuk tetap memiliki sifat dan sikap seperti yang diamanatkan dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka. Hal tersebut dikatakan oleh Kepala SDN Kandri 2, Sugiyanto.

Menurut Sugiyanto, animo siswa khususnya di Kota Semarang dalam mengikuti kegiatan kepramukaan di sekolah hingga saat ini masih sangat baik. Meski begitu, ia tetap berharap ke depan semakin banyak digalakkan kegiatan kepramukaan baik itu tingkat siaga maupun penggalang.

“Seperti program nasional Indonesia Scouts Challenge (ISC) persembahan Jawa Pos Group dan PT DBL Indonesia bekerja sama dengan Kwartir Daerah (Kwarda) Pramuka Jateng itu sangatlah bagus. Hal tersebut dapat semakin memupuk rasa cinta siswa kepada kegiatan kepramukaan, baik itu dilaksanakan di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah,” ujar Sugiyanto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (26/6).

Di sekolahnya sendiri, kegiatan kepramukaan dilaksanakan setiap satu minggu sekali, yakni pada Jumat. Selain mendidik siswa memiliki sikap yang bertanggung jawab dan mandiri, kegiatan kepramukaan juga dapat dijadikan sebagai kegiatan bermain siswa.

“Kegiatan bermain yang positif. Di dalam Pramuka, siswa dapat diajak mengenal indahnya alam yang pasti memperoleh pendidikan luar kelas yang baik. Selain itu kegiatan-kegiatan di dalam kepramukaan seperti tali temali dan morse, dapat mendidik ketangkasan dan kepekaan siswa,” tuturnya.

Seperti diketahui, Indonesia Scouts Challenge 2015 adalah kegiatan berkemah sekaligus berkompetisi yang seru untuk anak didik (Penggalang Ramu) yang duduk di bangku kelas 4 dan 5 SD/MI dengan usia maksimal 12 tahun. Mereka akan berkompetisi terlebih dahulu dalam regional championship untuk menentukan pemenang dari tingkat kabupaten/kota. Setelah terpilih, mereka berhak melanjutkan kompetisi ke province championship (tingkat provinsi).

Untuk pendaftaran peserta akan dilakukan mulai Juli mendatang yang bisa dilakukan di masing-masing Kwartir Cabang (Kwarcab) yang ada di kabupaten/kota di Jateng. Selain itu, juga dapat dilakukan di seluruh Jawa Pos Group di Jateng. Pendaftaran juga akan dilakukan oleh tim DBL Indonesia dengan melakukan jemput bola di masing-masing SD maupun MI. Hal ini untuk memudahkan peserta dalam mendaftar. (ewb/aro)