DEMAK – Kaum muslim yang bercita-cita naik haji sepertinya harus lebih ekstra sabar untuk menunggu. Betapa tidak, antrean pemberangkatan haji semakin panjang. Bahkan untuk Demak, bila daftar haji sekarang (Juni), maka pemberangkatan dilakukan pada 2031 mendatang. Artinya, masa tunggu (waiting list) sekitar 16 tahun lagi.

Sejak awal Juni hingga kemarin saja misalnya, pendaftar haji yang berangkat 2031 sudah mencapai 240 orang. Kasi Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Demak, Rahmi Indah Suciati SH MH mengatakan, berdasarkan kuota haji Provinsi Jateng hingga kini hanya kebagian 23.217 orang. Sedangkan, pendaftar haji lebih dari jumlah tersebut. Sementara itu, untuk pemberangkatan 2015 ini, Kabupaten Demak memperoleh kuota sebanyak 919 orang jamaah.

Namun, sampai kemarin sudah 6 orang jamaah yang mengajukan pernyataan penundaan pemberangkatan karena beberapa alasan, termasuk sedang hamil. Untuk tahun ini, masa pelunasan diberi waktu antara 1 hingga 30 Juni ini. Karena itu, pihak Kemenag sendiri masih menunggu sampai akhir waktu pelunasan tersebut ada berapa jamaah yang melakukan pelunasan biaya haji. “Kita baru bisa melihat jumlah jamaah yang berangkat pada waktu pelunasan terakhir,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, pelunasan pembiayaan haji didasarkan atas Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2015 tentang biaya penyelenggaraan ibadah haji. Karena itu, besaran biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) juga ditentukan atas ikut embarkasi mana pemberangkatan yang dilakukan. Untuk Kabupaten Demak pemberangkatan jamaah dilakukan melalui embarkasi Solo.

Untuk embarkasi Solo patokan biaya haji mencapai 2.769 dollar AS. Pada awal Juni lalu, rata-rata biaya pelunasan haji mencapai Rp 36.816.624 (Rp 36,8 juta). Namun, seiring dengan melemahnya nilai rupiah terhadap dollar AS, maka sampai kemarin (25/6) nilai pelunasan biaya haji mengalami kenaikan sebesar Rp 37.076.000 (Rp 37 juta). Sebab, kurs rupiah terdepresiasi atau tertekan dengan besaran nilai Rp 13.296. “Kalau kurs dollar naik, otomatis biaya menyesuaikan naik,” imbuhnya.

Karenanya, jamaah yang bisa melunasi biaya haji maka bisa diberangkatkan tahun ini. Sebaliknya, jika tidak bisa melunasi, tentu tidak bisa berangkat. Menurutnya, sebetulnya patokan BPIH mengalami penurunan dibandingkan 2014 lalu yang mencapai 3.219 dollar AS. Namun, lantaran nilai rupiah sekarang lagi anjlok drastis, maka biaya haji tetap tinggi. “Untuk pembayaran awal bagi yang mendaftar haji masih tetap sama besarannya, yakni Rp 25 juta perorang,” tambahnya. (hib/fth)