UNGARAN-Proses pembebasan tanah proyek jalan tol Semarang-Solo pada seksi 3 dan 4 dari Bawen hingga perbatasan Kabupaten Boyolali, dipastikan sebelum tutup tahun 2015 sudah selesai. Sampai Mei lalu, tahapan pembebasan tanah baik secara yuridis dan fisik sudah mencapai 75 persen lebih.

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Semarang, Djoko Soeprapto mengatakan, di seksi 3 dan 4 total ada 2.920 bidang tanah yang akan dibebaskan, termasuk tanah milik BUMN dan Perusda. Total sudah 75 persen lebih dibebaskan, sekalipun riilnya baru sebanyak 25 persen yang sudah dilakukan pembayaran. “Ganti rugi yang sudah dibayarkan baru 25 persen. Sekalipun belum dilakukan semua, tapi jika sudah ada mufakat artinya sudah selesai,” kata Djoko, kemarin.

Djoko optimistis pembebasan tanah untuk tol selesai di tahun 2015 ini. Sebab tahapan yuridis dan fisik terus dikerjakan. Proses pembebasan tanah tersebut menjadi lambat karena banyak transaksi jual beli tanah kala itu oleh warga yang masih dengan cara di bawah tangan. Juga adanya selisih ukuran luas alas hak dengan hasil ukur fisik tanah. “Termasuk perbedaan persepsi penilaian ganti rugi tanaman, tapi untuk tanah-tanah milik BUMN dan Perusda termasuk PT UFI juga sudah deal walaupun sebelumnya susah mencapai mufakat,” ungkapnya.

Djoko berharap sisa tanah yang belum terselesaian akan lebih cepat diselesaikan. Apalagi satgas fisik dan yuridis sudah siap dan tinggal ngebut penyelesaiannya. Sehingga di tahun 2015 dapat terselesaikan. Masalah paling rumit, kata Djoko, ketika ada pihak ketiga yang memprovokasi. Termasuk objek yang pemiliknya tidak diketahui ada dimana. Bahkan sempat ada yang datang mengaku utusan Raden Kusin dari Kasunanan Surakarta yang mengklaim tanah PTPN IX miliknya.

“Ada yang datang bawa berkas-berkas verfonding berbahasa Belanda. Anehnya kenapa tiba-tiba datang dan mengklaim saat ada proses ganti rugi. Semestinya klaim itu saat ada penerbitan HGU,” kata Djoko Suprapto.

Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Semarang, Gunawan Wibisono mengatakan, beberapa nama sudah dibayar tinggal pencairan, termasuk PT UFI, pemilik perkebunan di Desa Kandangan, Bawen seluas 1,8 hektare juga sudah dimohonkan pencairannya, Perusada Tlogo seluas 12 hektare dan PTPN sudah selesai. Sejumlah tanah yang belum bebas yakni tanah kas Desa seluas 23 hektare di Desa Kandangan (Bawen), Delik, Watu agung, Tlogo (Kecamatan Tuntang), Pabelan, Sukoharjo, Jendrak, Ujung-ujung (Pabelan), Nyamat dan Barukan (Tengaran). “Belum selesainya pembebasan tanah desa karena sulit mencari tanah pengganti,” katanya. (tyo/ida)