CEK KELAYAKAN: Petugas Dishub Kota Semarang saat memeriksa kondisi bus angkutan Lebaran di Terminal Terboyo, kemarin. (M. HARIYANTO/Jawa Pos Radar Semarang)
CEK KELAYAKAN: Petugas Dishub Kota Semarang saat memeriksa kondisi bus angkutan Lebaran di Terminal Terboyo, kemarin. (M. HARIYANTO/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Sebanyak 7 bus dinyatakan tak layak jalan pada uji kelayakan angkutan Lebaran yang digelar di Terminal Terboyo, kemarin. Tujuh bus tersebut tidak boleh dioperasionalkan karena dianggap membahayakan.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (25/6), petugas melakukan uji kelayakan mulai dari bodi hingga roda bus. Bus yang diuji layak jalan tersebut merupakan armada angkutan penumpang antarkota dalam provinsi (AKDP) dan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Bus yang meliputi Patas dari timur Surabaya, Denpasar, Bali dan arah selatan yaitu Jogjakarta, Solo dan lintasan barat, Cirebon, Bandung, Tegal.

Penguji kendaraan bermotor Dishub Kota Semarang, Imam Sukoco mengatakan sejauh ini, dalam uji kelayakan jalan telah memeriksa sebanyak 55 bus. Jumahitu terbagi AKAP 25 bus dan AKDP 30 bus. Dari puluhan jumlah bus yang diuji kelayakan, sebanyak 7 bus mendapat peringatan untuk tidak dioperasionalkan karena rem tidak berfungi baik, kaca retak-retak, gas emisi buang melebihi ambang batas dan yang lebih membahayakan lagi ban roda bus gundul.

”Kondisinya sangat membahayakan. Jadi harus dihentikan, kalau mau dioperasionalkan harus diperbaiki terlebih dahulu. Jadi pengecekan ini supaya bus dalam kondisi maksimal kendaraan untuk kebutuhan mudik. Sedangkan kaitan dengan mesin, bus keluaran di bawah tahun 2010 ada 70 persen, sedangkan di atas tahun 2010 ada 40 persen,” ungkapnya.

Pihaknya menambahkan, kepada pengusaha bus agar tidak memakai roda dengan ban vulkanisiran terlebih pada bagian depan. Menurutnya, hal tersebut membahayakan keselamatan penumpang. Bahkan, pihaknya juga menyatakan tegas melarang roda ban vulkanisir yang dipasang di depan. ”Dishub dengan tegas melarang roda bus menggunakan vulkanisiran sedangkan toleransi roda ban minimal gerutan dalam minimal 1 mm. Bila bus melalu dan tiba-tiba bus direm maka sangat membahayakan bus tersebut karena bisa oleng dan selanjutnya bisa terguling,” tegasnya.

Sementara Kepala Terminal Terboyo Slamet Widodo mengatakan uji kelayakan dilakukan karena Terminal Terboyo nantinya juga masih menjadi tempat singgah para pemudik Lebaran baik menuju terminal maupun keluar Terminal Terboyo. Selain itu, pengecekan juga dilakukan secara rutin dan tempatnya berpindah-pindah dari terminal lalu di pinggir-pinggir jalan strategis dan di halaman kantor Dishub Kota Semarang. (mha/ric/ce1)