Petakan Kelurahan Purwodinatan secara Online

206
KOMPAK: Relawan Peka Kota dan warga Purwodinatan Semarang Tengah saat melakukan pemetaan wilayah. (PEKA KOTA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Relawan Peka Kota dan warga Purwodinatan Semarang Tengah saat melakukan pemetaan wilayah. (PEKA KOTA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
30

Basis online yang kini menjadi tren dunia mengilhami sejumlah anak muda untuk turut memetakan kota secara online. Mereka tergabung dalam Komunitas Peka Kota. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

KEPEDULIAN terhadap kemajuan Kota Semarang terus bermunculan dari berbagai komunitas anak muda. Peka Kota salah satunya. Ya, terpantik untuk memberikan sumbangsih pada Semarang, sekelompok anak muda melakukan pemetaan Kota Lunpia ini secara online.

Sebagai langkah awal, kelompok yang dikoordinatori oleh Oktavia Bagus Prakoso ini melakukan pemetaan di Kelurahan Purwodinatan, Semarang Tengah.

”Kami menggunakan open street map, sebuah platform pemetaan yang bisa diedit seperti Google Maps atau Wikimapia,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Diidukung oleh Ushahidi, Peka Kota melakukan serangkaian pelatihan awal untuk melakukan input data, baik secara offline maupun online. Setelah itu, tim Peka Kota dan para relawan terjun langsung ke Kelurahan Purwodinatan.

”Di kampung, kami tak hanya sosialisasi tetapi juga berbaur, dan pelan-pelan mengajak mereka memetakan kawasan mereka sendiri,” ujarnya.

Kegiatan pemetaan ini sendiri sudah berjalan sejak Maret hingga sekarang. Targetnya, Agustus rampung dan akan diadakan festival untuk merilis hasilnya. Selain menarik, kegiatan ini juga memiliki cukup banyak tantangan.

Salah seorang relawan Peka Kota, Annisa Rizkiana Rahmasari, mengungkapkan, tantangan terbesar dalam kegiatan ini bukanlah pada masalah teknis, tapi justru dalam menyesuaikan diri dengan warga dan membaur bersama mereka. Hal ini juga yang selalu ditekankan oleh kelompok yang bermarkas di Jalan Stonen 29, Semarang ini. ”Salah satu parameter keberhasilannya itu warga terlibat langsung dan mau melakukan upaya pelaporan,” katanya.

Adapun kelebihan dari penggunaan open street map ini dibanding platform penyedia layanan peta online lainnya yakni selain penggunanya banyak, jadi bisa saling berbagi jika ada kesulitan, juga kontrol datanya bagus. Kelebihan lainnnya, yakni karena layanan ini gratis dan bisa diakses siapa pun. ”Dulu foursquare menggunakan google maps, setelah google jadi berbayar, mereka pindah ke open street map,” tambah Nisa.

Maulana, warga RT 4 RW 3, Purwodinatan, Semarang, mengatakan, pemetaan ini sangat baru, sehingga dirinya cukup kesulitan kalau langsung menggunakan laptop. ”Sampai saat ini kami masih melakukannya secara offline, nanti kalau sudah lancar akan diajari untuk memasukkan datanya secara online,” ujarnya.

Lurah Purwodinatan, Sukamto, merasa senang kampungnya digunakan sebagai objek pemetaan. ”Membantu kami melakukan pemetaan kampung, semoga bermanfaat,” harapnya. (*/aro/ce1)