DARAH: Salah seorang pendonor tengah diambil darahnya oleh salah seorang petugas PMI, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DARAH: Salah seorang pendonor tengah diambil darahnya oleh salah seorang petugas PMI, kemarin. (FOTO: EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PMI Kota Semarng terus menggenjot kebutuhan trombosit, mengingat permintaan dari Rumah Sakit (RS) kian hari kian meningkat. Hal tersebut diungkapkan oleh Kabag Teknis Laboratorium UDD PMI Kota Semarang, Anna Kartika saat menggelar donor darah di RS Telogorejo, Kamis (25/6).

Dikatakan Anna, selain melakukan kegiatan donor darah di RS pihaknya juga menggunakan bus donor keliling pada bulan Ramadan seperti sekarang ini. Sasaranya adalah tempat-tempat ibadah seperti masjid, dan gereja. ”Memang jumlah pendonor jika dibandingkan dengan hari-hari biasa cenderung menurun karena ini bulan Ramadan. Banyak orang yang memiliki anggapan jika mendonorkan darahnya saat bulan Ramadan dapat membatalkan puasa, namun sebenarnya itu salah. Sehingga sepi pendonor,” ujar Anna.

Target pihak PMI pada bulan Ramadan ini yaitu memperoleh 250 hingga 300 kantung darah (hold blood) setiap harinya. Anna mengungkapkan jumlah donor dari tahun ketahun mengalami peningkatan. Pada tahun kemarin dalam sebulan rata-rata pihaknya dapat menghasilkan 4.500 kantung darah untuk setiap bulannya. ”Satu hold blood bisa dipisahkan menjadi plasma, trombosit, untuk beberapa pasien. Namun satu pasien itu mintanya tidak hanya satu kantung. Untuk yang terjangkit penyakit DB, mintanya bisa sampai 8-12 kantung. Kota Semarang paling banyak. Satu bulan minta 2.000 kantung trombosit dan 7000 kantung untuk semua golongan darah,” ujar Anna.

Meski bulan Ramadan, pihaknya tetap optimis akan mendapatkan banyak pendonor sehingga dapat memenuhi kebutuhan darah baik itu di Kota Semarang maupun di daerah lain. Pada hari-hari biasa di luar bulan Ramadan, pihaknya dapat memperoleh minimal 200 kantung hold blood.
Sementara itu, salah satu pendonor warga Taman Sri Rejeki RT 07 RW 03, Diar Maulana mengaku lebih dari tiga kali melakukan donor darah. Meski memasuki bulan Ramadan ia tetap melakukan pendonoran, karena sudah merupakan rutinitas yang ia jalankan. ”Ketakutan banyak orang saat mendonor yaitu takut lemas. Kalau bulan puasa seperti sekarang ini biasanya takut batal. Sebenarnya tidak. Jika kita melakukan donor darah secara rutin dengan waktu yang sesuai dengan anjuran dari dokter, justru tubuh dapat lebih sehat,” ujar Diar. (ewb/zal/ce1)