Penyandang Psikotik Dititipkan Ponpes

201

DEMAK – Dua penyandang psikotik yang diketahui menderita gangguan jiwa telah dititipkan di Panti Rehabilitasi Penyakit Jiwa di Ponpes Nurussalam, Dukuh Ngereh, Desa Sayung, Kecamatan Sayung. Kedua orang gila (orgil) tersebut merupakan hasil razia petugas dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemkab Demak.

Operasi penertiban pengemis, gelandangan, orang gila dan terlantar (PGOT) tersebut digencarkan di beberapa titik rawan. Seperti di Kampung Kauman, tepatnya di kawasan makam Sentono Ratu, kawasan Masjid Agung Demak, Kracaan, terminal bus Kota Demak, sepanjang Jalan Katonsari serta jalan arah ke Bonang.

Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Demak, M Romli mengatakan, dalam razia tersebut petugas disebar ke beberapa titik. Namun, yang ditemukan adanya orgil hanya di jalan raya ke arah Kecamatan Bonang dan di perbatasan kota. “Kita dapat satu orgil di Jalan Bonang. Satunya lagi didapat Satpol PP di batas kota,” terang Romli.

Salah satu orgil tersebut sedang membawa anaknya yang masih kecil. Menurutnya, supaya orgil tersebut terawat dengan baik dan tidak berada di jalanan lagi, maka mereka dibawa ke Ponpes Nurussalam asuhan Kiai Nur Fatoni untuk disembuhkan. “Sebetulnya, kita telah mengusulkan ke Pemkab agar dibuatkan rumah singgah atau shelter. Selain sebagai embrio sebuah panti, rumah singgah ini untuk menampung PGOT hasil razia di lapangan. Namun, karena belum ada rumah singgah, maka untuk sementara hasil operasi biasanya langsung diserahkan ke panti rehabilitasi milik provinsi. Namun, panti yang ada sudah over kapasitas,” katanya.

Menurutnya, Dinsosnakertrans telah menyediakan lahan seluas 4 x 30 meter yang berada di belakang aula kantor. Namun, masih dalam tahap desain. Romli mengatakan, sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2015 tentang penanggulangan penyakit masyarakat (Pekat), razia yang dilakukan memiliki beberapa sasaran. Yaitu, minuman keras (miras), PGOT, serta pelacuran. Kepala Dinsosnakertrans Demak, Bambang Saptoro mengatakan, operasi PGOT dilakukan untuk menjaga situasi wilayah Demak agar tetap kondusif di bulan Ramadan “Biar tetap aman dan nyaman, termasuk di kawasan wisata religi. Dengan begitu, warga merasa tetap khusyuk menjalankan ibadah,” katanya. (hib/ric)