SEMARANG – Proses pengucuran dana desa dari pemerintah pusat saat ini diketahui telah sampai tingkat kabupaten. Setelah semuanya cair, selanjutnya dana tersebut akan disalurkan kepada tingkat desa. Hanya saja, proses pencairan itu masih menunggu beberapa hal yang dipersyaratkan.

”Hampir 100 persen sudah dikirim ke kabupaten. Tinggal (kabupaten) Kendal sama Demak yang masih dalam proses. Akhir bulan ini dipastikan sudah ditransfer semua,” ungkap Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Provinsi Jateng Tavip Supriyanto di sela-sela rapat kerja bersama anggota DPRD Jateng di Gedung Berlian, Kamis (25/6).

Tavip menjelaskan, beberapa alasan yang menyebabkan dana desa tidak langsung disalurkan kepada desa lantaran masih ada sejumlah desa yang belum menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Meskipun ada aturan dalam 14 hari dana harus dikirim, namun pihak Pemerintah Kabupaten setempat masih menunggu hingga lengkap. ”Untuk pendampingan, masih menunggu petunjuk dari pusat,” imbuhnya.

Sebelumnya, salah satu anggota Forum Civil Society Organization (CSO) Jawa Tengah Fuad Habib mendesak Pemprov Jateng untuk memberikan instruksi kepada Pemerintah Kabupaten agar segera membuat regulasi turunan sebagai syarat pencairan dana desa. Ia berharap jangan sampai uang yang telah ada justru tidak dapat dicairkan lantaran tidak tahu bagaimana menggunakannya.

Dia juga meminta Pemprov Jateng memberikan pendampingan terkait peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan dana desa. Yaitu dengan cara melatih perangkat desa sedini mungkin agar nanti pelaksanaannya berjalan lancar. ”Bisa dikolaborasikan dengan pemkab terkait supaya pendampingan berjalan optimal,” imbuh pria yang juga menjadi pengurus Forum Masyarakat Sipil (Formasi) Kabupaten Kebumen itu. (fai/ric/ce1)