SEMARANG – Target penyaluran kredit Bank Mandiri area Jateng-DIY tahun ini sebesar Rp 5,5 triliun. Naik sebesar 58 persen dari target tahun sebelumnya.

“Dari target sebesar Rp 5,5 triliun, hingga saat ini kami sudah menyalurkan sebanyak Rp 4 triliun. Masih ada tujuh bulan ke depan untuk menyalurkan sisanya,” ujar Cluster Manager Bank Mandiri, Cepi Apriana, kemarin (25/6).

Pihaknya optimistis target tersebut akan dapat terpenuhi, mengingat sektor mikro merupakan sektor yang masih terus tumbuh. Selain itu, ditengah tekanan perekonomian, sektor ini dapat dibilang yang paling tidak terpengaruh. “Berkaca dari krisis ekonomi pada tahun 97/98, sektor mikro ini relatif tidak terkena dampak. Karena mereka bergerak di kebutuhan dasar yang masyarakat pasti perlu. Selain itu mau US Dollar naik berapapun sektor ini juga relatf tidak terpengaruhi,” jelasnya.

Hanya saja, lanjutnya, tingkat kompetisi yang kini semakin ketat. Karena kredit mikro saat ini tak hanya diminati oleh bank nasional, namun juga mulai dirambah oleh bank asing. “Sektor ini cukup menarik, sehingga wajar jika banyak pemain baru yang masuk,” tambah Cepi.

Oleh karena itu, pihaknya terus mendekatkan diri dengan nasabah. Salah satunya dengan menambah kantor operasional di titik-titik yang potensial. Di antaranya di pasar-pasar tradisional dan kawasan yang memiliki cukup banyak komunitas perajin. Untuk Jateng DIY Bank Mandiri sudah memiliki 350 sales outlet atau kantor operasional di beberapa pasar tradisional. Outlet tersebut sifatnya hanya untuk nasabah dan petugas bank bertemu, baik untuk pembayaran angsuran maupun tabungan. (dna/smu)