Warga Gondoriyo Terima Sertifikat dari Wali Kota

170
GRATIS: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menyerahkan sertifikat kepada warga Gondoriyo kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GRATIS: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat menyerahkan sertifikat kepada warga Gondoriyo kemarin. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Warga Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang mendapat sertifikat tanah gratis dari Program Nasional Agraria (Prona). Sertifikat diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Rabu (24/6) kemarin. Tahun ini, sebanyak 500 sertifikat yang diberikan kepada Masyarakat Berpengasilan Rendah (MBR).

Wali kota mengatakan, program ini selaras dengan upaya Pemkot Semarang dalam hal penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan yang dilakukan setiap tahun ini mampu mengurangi atau mencegah konflik-konflik pertanahan yang bisa memicu gejolak sosial di masyarakat, khususnya di Kota Semarang.

”Program ini juga gratis untuk warga kurang mampu, sehingga masyarakat tidak akan terbebani serupiah pun dengan kepengurusan sertifikat tanah,” terangnya.

Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi— berharap, agar ke depannya sertifikat tanah yang telah diberikan dipergunakan dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam kegiatan usaha yang bisa meningkatkan nilai ekonomis, bukan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

”Simpan dan jaga baik-baik sertifikat tanah yang sudah diterima ini, gunakan untuk tujuan peningkatan kesejahteraan keluarga,” harap wali kota. Misalnya, sebagai jaminan pinjaman di bank untuk tambahan modal usaha.

”Bilamana ada kekeliruan dalam penulisan di sertifikat, jangan diperbaiki sendiri, jangan digambar sendiri, tapi serahkan kembali pada Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk perbaikan,” tandasnya.

Harapan ke depan, lurah dan camat saling kerja sama untuk mendata warganya yang belum mendapatkan sertifikat tanah maupun tanahnya yang masih dalam sengketa. Sehingga masyarakat akan lebih tenang untuk tinggal di atas tanah milik negara, dan kepemilikan tanah menjadi jelas objek dan subjeknya, hak atas penguasaan tanah juga menjadi kuat karena telah tercatat secara administrasi negara.

Sementara itu, Kepala BPN Kota Semarang, Jonahar, mengakui, program pembagian sertifikat ini bertujuan untuk membantu warga Kota Semarang yang masih berekonomi rendah. Program yang tersebut ditargetkan hingga akhir Agustus 2015.

”Program ini merupakan kerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Jateng. Sertifikat gratis ini jumlah totalnya 1.003 untuk tingkat Jawa Tengah. Sedangkan Kota Semarang mendapat kuota 500 sertifikat yang terbagi MBR 103 sertifikat, Prona 297 sertifikat, dan UKM sendiri 100 sertifikat,” ungkapnya.

Pembagian sertifikat dilakukan jemput bola, seperti yang dilakukan di Jalan Pahlawan kemarin. ”Kita mengejar supaya masyarakat bisa mengetahui informasi pelayanan di BPN. Masyarakat kita datangi. Sebagai langkah awal ini kita membagikan sebanyak 25 sertifikat secara gratis kepada masyarakat di sini,” katanya.

Diakuinya, sertifikat yang diberikan secara gratis tersebut memiliki batasan atau cakupan. Lahan atau tanah yang mendapatkan sertifikat gratis, selain berpenghasilan rendah, juga hanya mencapai ukuran luas maksimal 200 meter persegi, berleter C serta sudah diterbitkannya Keterangan Rencana Kota (KRK).

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) BPN Jawa Tengah, Roni Kusuma Y, mengatakan, pihaknya telah menyediakan ribuan sertifikat gratis kepada masyarakat kurang mampu. Sertifikat tersebut nantinya dibagikan pada setiap kabupaten dan kota yang ada di Jawa Tengah. ”Jumlah total ada 103 bidang se-Jawa Tengah. Prioritasnya Kota Semarang, Tegal, Purwokerto, Surakarta serta Magelang,” ujarnya. (zal/mha/aro/ce1)