Bambang Saptoro. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Bambang Saptoro. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Pemkab Demak mengimbau kepada perusahaan agar memberikan tunjangan hari raya (THR) bagi pekerja atau buruh selambat-lambatnya 7 hari sebelum lebaran Idul Fitri. Kepala Dinsosnakertrans Demak, Bambang Saptoro mengatakan, pihaknya telah memberikan surat terkait THR tersebut ke setiap perusahaan di wilayah Demak.

Berdasarkan Surat Edaran Nomor 7/MEN/VI/2015 tentang pembayaran THR Keagamaan dan himbauan mudik lebaran disebutkan, bahwa masyarakat Indonesia termasuk pekerja / buruh merupakan pemeluk agama yang setiap tahunnya merayakan hari raya keagamaan tersebut. Karena itu, Dinsosnakertrans Demak mengimbau agar aturan tersebut dipatuhi oleh perusahaan yakni tetap memberikan THR bagi pekerja. Sebab, pada hari raya tersebut, pekerja membutuhkan biaya tambahan. “Karena itu, sudah sewajarnya perusahaan memberikan THR,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, pemberian THR ini sendiri juga sudah diatur dalam Peraturan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER-04/MEN/1994. Dalam Permen itu ditegaskan, bahwa pengusaha diwajibkan memberikan THR keagamaan bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 3 bulan atau lebih secara terus menerus. Adapun besaran THR yang dimaksud adalah, bagi buruh yang memiliki masa kerja 12 bulan terus menerus atau lebih, maka berhak atas THR satu bulan upah.

Sedangkan, bagi pekerja yang sudah bekerja 3 bulan berturut-turut tetapi kurang dari 12 bulan, maka diberikan THR secara proporsional dengan menghitung masa kerjanya yang sedang berjalan dibagi 12 dikalikan besarnya upah 1 bulan. Kemudian, bagi perusahaan yang telah mengatur pemberian THR lebih baik dari ketentuan ini supaya memberikan sesuai aturan tersebut baik peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama. “Perlu diketahui,THR keagamaan ini diberikan perusahaan satu kali dalam setahun kepada buruh. Sedangkan, pembayarannya selambat-lambatnya 7 hari sebelum Hari Raya Keagamaan,” tambahnya. (hib/fth)