Satpol Sita Rokok Bodong

135
RAZIA: Kasatpol PP Pemkab Demak Yulianto dan Kasi Penegakan Perda Lilik Handoyo menunjukkan rokok odong tak bercukai. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAZIA: Kasatpol PP Pemkab Demak Yulianto dan Kasi Penegakan Perda Lilik Handoyo menunjukkan rokok odong tak bercukai. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Satpol PP menyita rokok berbagai merek yang diduga bodong alias tanpa bercukai. Penyitaan dilakukan untuk dijadikan sampel dalam menangani persebaran rokok yang ditengarai merugikan negara tersebut. Pihaknya bakal terus melakukan penindakan terkait dengan maraknya rokok tanpa cukai.

Kasatpol PP Yulianto mengatakan, razia rokok abal-abal ini dilakukan di wilayah Desa Wedung dan Desa Buko, Kecamatan Wedung. Selain itu, digelar di Desa Ngemplik, Ketanjung dan Wonoketingal, Kecamatan Karanganyar. “Rokok-rokok ini kita beli di warung kelontong,” katanya didampingi Kasi Penegakan Perda, Lilik Handoyo, kemarin.

Dia menambahkan, rokok tanpa cukai ini biasanya dipasok oleh sales rokok. Hanya saja, tidak diketahui dari mana saja rokok tersebut diproduksi. Rokok ini dujual murah antara Rp 2.500 hingga Rp 3 ribu perbungkus. Persebaran rokok ini banyak didapatkan di daerah pesisir pantai dan paling banyak dirokok oleh para nelayan untuk menghangatkan badan saat melaut. Menurut Yulianto, rokok yang disita dengan cara dibeli itu akan diberikan ke pihak Bea Cukai untuk dilakukan tindak lanjut penanganan. (hib/fth)