SEMARANG – Pelaksanaan penerimaan peserta didik (PPD) baru 2015 kembali dinodai praktik penggunaan piagam prestasi abal-abal untuk mendongkrak nilai. Yang mengejutkan, diduga piagam prestasi palsu tersebut dijualbelikan yang melibatkan orang dalam dinas terkait, yakni Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang. Hal itu terungkap dari pengakuan Agung Wisnu Kusuma, yang hendak mendaftarkan anaknya di salah satu SMP negeri di Kota Semarang, Rabu (24/6).

Dikatakan Agung, ia berani menjamin siapa saja oknum yang terlibat dalam peredaran piagam prestasi abal-abal tersebut. Warga Semarang Selatan ini mengaku pernah ditawari langsung oleh oknum yang bersangkutan.

”Harganya kalau tingkat kota Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Kalau tingkat provinsi Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta. Dulu saya pernah ditawari sendiri. Tapi saya menolak, lebih baik pakai nilai murni anak sendiri. Saya tidak begitu suka hal itu, karena mencederai siswa lain yang memang memiliki nilai bagus, yang kalah dengan nilai tambahan dari piagam abal-abal,” ujar Agung kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (24/6).

Menurutnya, peredaran piagam palsu tersebut dapat dilihat langsung di laman PPD online Kota Semarang 2015. Beberapa nama perlombaan, menurutnya, setelah dilakukan pengecekan ternyata tidak ada. Hal tersebut patut untuk dilakukan penyidikan, baik oleh dinas terkait bahkan kepolisian.

”Rencananya besok saya akan ke beberapa dinas dan sekolah terkait dengan beberapa jenis perlombaan yang saya curigai. Pihak kepolisian rencananya juga akan saya ajak. Kini saya sudah merekap nama-nama lomba apa saja yang setelah saya kroscek tidak pernah ada,” paparnya.

Jenis perlombaan yang dicurigai dan sudah tercantum di website PPD, yakni Lomba Bridge Mini Pasangan Putra Putri yang dilaksanakan pada 7 April 2014, dan ditandatangani oleh UPTD Pendidikan Kecamatan Semarang Tengah; Turnamen Sepak Bola Kelompok Umur Tingkat Nasional Piala Gubernur Jawa Tengah Tahun 2014 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jateng dan ditandatangani oleh Budi Santoso; Turnamen Sepak Bola Usia Dini Penyelenggara Sekolah Sepak Bola (SSB) SSS Semarang dan Dispora Provinsi Jateng.

”Saat dicari di internet tidak ada. Kan aneh, seharusnya kalau juara nasional maupun provinsi pasti muncul di internet. Itu logika mudah dalam mengecek kevalidan dari piagam tersebut. Seharusnya dalam hal ini Dinas Pendidikan membuat database terkait dengan perlombaan apa saja yang sudah ada. Jadi, saat memvalidasi tinggal mencocokkan jenis lombanya,” kata Agung.

Sebelumnya, Kepala SMPN 10 CH Retnaningsih mengakui, ada beberapa calon peserta didik yang mendaftar di sekolahnya mencoba memalsukan sertifikat prestasi untuk menambah nilai. Di sekolahnya, panitia sempat memergoki peserta yang nekat memalsukan piagam prestasi Lomba TIK atau Teknologi Informasi dan Komunikasi Mapsi tingkat Provinsi Jateng. Dia yang mengaku pernah menyandang predikat juara di ajang keterampilan menulis kaligrafi ini justru tidak berkutik ketika diuji oleh salah satu guru.

”Piagamnya memang sudah dilegalisasi Disdik. Tapi setiap sekolah tetap punya hak untuk mengujinya. Sementara ini baru satu peserta yang ketahuan kalau skill-nya berbeda dari piagam yang dibawa,” kata Retnaningsih.

Dikatakannya, pendaftar yang menggunakan piagam atau sertifikat juara memang minim. Tidak ada 5 persen. Sementara di SMP Negeri 40, hanya segelintir yang menambah poin lewat piagam prestasi. Namun panitia PPD sempat menemukan dua calon peserta didik yang disinyalir memalsukan piagam.

”Ada yang membawa piagam juara hoki indoor dan offroad tingkat provinsi. Tapi semuanya kami coret, karena justru Dinas Pendidikan Kota Semarang yang memberikan legalisasi. Bukan Dinas Pemuda dan Olahraga Jateng,” tegas Wakil Kepala SMPN 40, M. Hadi Utomo. Sayangnya, hingga tadi malam, Jawa Pos Radar Semarang belum berhasil mengonfirmasi Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin.

Sementara itu, PPD tingkat SMA kemarin mulai memasuki tahapan verifikasi calon peserta didik. Dari jurnal di website PPD Kota Semarang, tercatat SMAN 11 dibanjiri pendaftar. Hingga pukul 21.00 tadi malam, sudah ada 1.234 peserta yang mendaftar lewat online. Dari jumlah itu, sebanyak 564 sudah melakukan verifikasi. Sekolah di Lamper Tengah ini pada PPD 2015 memiliki daya tampung 427 siswa baru. Selain SMAN 11, sekolah lain yang diserbu pendaftar adalah SMAN 5, SMAN 15, SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 9 yang mencapai lebih dari 1.000 pendaftar. (ewb/aro/ce1)