Pasokan Listrik Ramadan-Lebaran Aman

169
JAGA KEANDALAN: PLN Jateng-DIJ menjamin pasokan listrik tetap aman sepanjang Ramadan dan Lebaran, serta akan menjaga keandalan listrik. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
JAGA KEANDALAN: PLN Jateng-DIJ menjamin pasokan listrik tetap aman sepanjang Ramadan dan Lebaran, serta akan menjaga keandalan listrik. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pasokan listrik PT PLN (Persero) Distribusi Jateng-DIJ sampai saat ini masih tetap aman, dengan daya listrik tersedia saat ini mencapai 5.000 Mega Watt (MW). Meski begitu, PLN saat ini fokus menjaga tingkat keandalan listrik, seiring lonjakan konsumsi di bulan Ramadan.

Deputi Manager Hukum, Komunikasi, dan Bina Lingkungan, Supriyono mengatakan pada bulan Ramadan terjadi pergeseran beban puncak pemakaian listrik. Pada kondisi normal, beban puncak terjadi mulai pukul 17.00-22.00, dan saat puasa akan bergeser di jam 19.00 – 03.00. Pada beban puncak, pemakaian listrik pada kisaran 3.700 MW. “Meski begitu, masyarakat diminta tetap bijak dalam menggunakan listriknya, artinya harus tetap menggunakan listrik sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Menurut Supriyono, lonjakan kenaikan listrik saat malam hari karena adanya kegiatan sahur tidak terlalu signifikan. Perubahan beban puncak bergeser terutama saat tarawih dan sahur. “Namun kondisi pasokan sangat andal karena ketersediaan daya mencapai 5.000 MW, sedang beban puncak sekitar 3.700 MW,” ujarnya.

Ditambahkan saat lebaran justru penggunaan listrik mengalami penurunan, karena banyak pabrik yang tidak beroperasi untuk beberapa hari. Karena banyak pabrik yang tidak beroperasi pada libur lebaran, otomatis pasokan listrik cukup aman. Sedangkan rata-rata beban puncak pada kondisi normal 2.500 MW-3.000 MW.

Dijelaskan jumlah pelanggan listrik di Jateng-DIY mencapai 9,7 juta pelanggan. Dari jumlah 97 persen pelanggan rumah tangga, disusul pelanggan bisnis 1,8 pelanggan, dan pelanggan industri 0,8 persen, sisanya sosial. Meski pelanggan bisnis masih sangat kecil, namun kontribusi untuk pendapatan cukup besar. (tya/smu)