OK Dituntut Lebih Kreatif

198

SEMARANG – Kegiatan kepemudaan yang diprakarsai masing-masing Organisasi Kepemudaan (OK) terkesan masih berjalan sendiri-sendiri. Padahal, jika saling bersinergi, bukan hal mustahil jika pemuda benar-benar mampu mendongkrak nama Indonesia di kancah internasional. Apalagi ini momen yang tepat untuk bergeliat di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Karena itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) Jateng Budi Santoso meminta OK di Jateng lebih kreatif hingga melahirkan tokoh-tokoh muda yang bisa amanah dalam memimpin. Dia juga mengingatkan, pemuda perlu mematangkan intelektualisme dan rasa percaya diri ketika berorganisasi. Beberapa organisasi pemuda telah melahirkan tokoh nasional seperti Akbar Tanjung (salah satu pendiri AMPI), Nusron Wahid (mantan Ketua PB PMII), dan Ferry Mursidan Baldan (mantan Ketua PB HMI).

Karena itu, tahun ini, Dinpora Jateng kembali mencari tiga OK terbaik dari 35 kabupaten/kota. Bukan hanya mereka yang mengoleksi prestasi, tapi juga memiliki gebrakan-gebrakan yang kreatif. Bagi yang terpilih, akan diajukan ke tingkat nasional untuk memperoleh Soegondo Djojopoespito Award.

”Tahun lalu, ada dua OK dari Jateng yang menduduki peringkat 1 dan 2 di ajang nasional. Mereka adalah Himpunan Pencinta Alam Unsoed Purwokerto dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jateng. Semoga tahun ini paling tidak ada satu OK dari Jateng yang menduduki tiga besar di Soegondo Djojopoespito Award,” harap Budi.

Kabid Kepemudaan Rihayati menambahkan, Dinpora menerima proposal hingga 17 Juli mendatang. Setelah dipelajari, akan dipilih beberapa kandidat. Selanjutnya, kandidat-kandidat itu akan disurvei langsung ke lapangan. Apakah sesuai dengan proposal yang diajukan.
”Selain diikutkan ke tingkat nasinonal, tiga OK yang terpilih berhak mendapatkan yang tunai Rp 5 juta untuk juara 1, Rp 4 juta juara 2, dan Rp 3 juta juara 3. Pengumuman pemenang akan diumumkan dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Oktober mendatang,” pungkasnya. (amh/ric/ce1)