Cinta kepada Allah dan Rasulullah

201
RAMADAN KE-6: Tarawih keliling Muspida Kota Semarang di masjid Asshidiqin kompleks Kejari Semarang, Selasa (23/6) malam. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
RAMADAN KE-6: Tarawih keliling Muspida Kota Semarang di masjid Asshidiqin kompleks Kejari Semarang, Selasa (23/6) malam. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Terlalu banyak nikmat Allah yang telah diberikan kepada kita sampai sekarang ini. Untuk itu seyogianya kita cinta dan sayang kepada-Nya. Wujud cinta kepada Allah kita bangun komunikasi yang indah kepada Allah.

Hal itu dikatakan Imam sekaligus khatib KH Amhar Nasution dalam tausiahnya saat tarawih bersama Muspida Kota Semarang, di masjid Asshidiqin, kompleks Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang, Ramadan ke-6, kemarin (23/6).

Dalam tarawih keliling yang diikuti Wali Kota Hendrar Prihadi, Kajari, Kapoltrestabes, Ketua Pengadilan masing-masing beserta istri, sekda, jajaran kejari dan warga masyarakat, khatib dari Medan itu mengingatkan dan mengajak kita agar selalu cinta kepada Allah SWT dan Muhamad SAW. Adapun bentuk yang bisa dilakukan di antaranya dengan melakukan salat dan berdoa secara khusyuk. ”Waktu salat Tahajud merupakan waktu yang paling disukai oleh Allah, karena di waktu itulah semua orang tertidur dengan terlelap. Sehingga bila kita berkomunikasi dan bermunajat akan segera didengar dan dikabulkan,” ujarnya.

Sedangkan bentuk cinta kepada Rasulullah dapat dilakukan dengan memperbanyak membaca salawat yang kita baca sama-sama tadi. Seperti Allah humma soli alla saidinna Muhammad, Allah humma alla saidina wa maulana Muhammad, Allah humma soli alla saidini waladina wa safi’ina wasukrina wa maulana Muhammad. ”Atau dengan salawat nabi Ya Nabi salam alaikaa Ya Rasul salam alaikaa Ya Habib salam alaikaa salawatullah alaikaa,” lanjut Amhar Nasution.

Bulan Ramadan ini, lanjutnya, merupakan sarana tepat untuk memperbanyak takwa kepada Allah SWT. Ketakwaan akan tumbuh bila mana tumbuh rasa takut kepada Allah dengan tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah. Seperti durhaka kepada kedua orang tua, minum-minuman keras, narkoba, dll. ”Hal ini juga sama halnya sebagai pejabat harus takut kepada Allah, sayang kepada rakyat dan senantiasa amanah dalam jabatan,” harapnya.

Menutup tausiahnya, Amhar mengajak seluruh jamaah untuk dapat mewujudkan rumah tangga yang islami seperti Rasullulah. Yaitu rumah tangga yang ada salat berjamaah, ada makan berjamaah, dan ada tadarus berjamaah. ”Barang siapa yang bisa mewujudkan ketiga hal tersebut maka insya Allah akan menjadikan rumah tangga sakinah, mawadah dan wa rohmah,” jelasnya. (zal/ce1)