SITA PETASAN: Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo (tengah) didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni menunjukkan barang bukti petasan hasil operasi di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SITA PETASAN: Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo (tengah) didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni menunjukkan barang bukti petasan hasil operasi di Desa Bungo, Kecamatan Wedung, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Kasus diamputasinya tangan kiri Suparman, 58, akibat terkena ledakan petasan langsung direspon Polres Demak. Petugas Polres Demak langsung melakukan operasi besar-besaran terhadap peredaran petasan yang ada di Desa Bungo, Kecamatan Wedung. Hasilnya, polisi menyita petasan jenis cabe rawit sebanyak 4 ribu biji, 8 karung selongsong yang berisi sekitar 16 ribu bahan petasan, obat mercon atau mesiu 1,5 kilogram, bahan obat sebanyak 2 karung, timbangan untuk penjualan, ember serta satu set alat pembuat petasan berupa palu, gunting, alat cetak sederhana dan kertas membuat mercon.

Petasan itu disita dari rumah Sugiyono dan Slamet Urip, warga Desa Bungo. Bahkan, rumah Sugiyono sebelumnya disegel oleh pemiliknya sendiri dengan harapan rumah tempat pembuatan petasan itu tidak dimasuki petugas kepolisian. Namun, dengan begitu, aparat merasa curiga dan langsung menyita petasan dari rumah tersebut.

Operasi khusus petasan ini dipimpin langsung Kabagops Kompol Rusdi Batubara, Kasatreskrim AKP Philips Samosir, dan Kasat Sabhara AKP Agus Subrojo. Untuk memburu petasan tersebut, dikerahkan 1 pleton pasukan pengendali massa (dalmas) .

Kapolres Demak AKBP Heru Sutopo mengatakan, penyitaan barang bukti (BB) petasan tersebut merupakan upaya penindakan atau penegakan hukum. Karena itu, petasan yang telah disita menjadi BB untuk menindaklanjuti operasi tersebut. Sebab petasan dilarang dan sangat membahayakan bagi masyarakat. “Petasan seperti ini sudah menganggu ketertiban umum. Karena itu, kami tertibkan supaya ibadah puasa kaum muslimin di Demak ini aman dan kondusif tidak ada gangguan mercon,”katanya didampingi Kasubag Humas AKP Zamroni, kemarin.

Heru Sutopo menambahkan, untuk melakukan penegakan hokum terhadap pembuatan petasan itu, kepolisian melibatkan masyarakat setempat. Operasi petasan serupa akan dilakukan terus sehingga tercipta kondisi yang aman dan tenteram diwilayah Demak. Pihaknya menegaskan, tidak bakal diam dan terus menindak pelaku pembuat petasan di Demak, terutama saat Ramadan dan lebaran. Seperti diketahui, razia petasan terus dilakukan namun warga tetap nekat membuat dan menjual petasan saat bulan Ramadan seperti saat ini. “Kami akan terus melakukan penindakan di lapangan, ini demi kenyamanan dan keamanan bersama,” tambahnya. (hib)