FINISHING: Kondisi GOR Tri Lomba Juang atau Mugas yang tinggal penyelesaian tahun ini harus molor karena gagal lelang di ULP. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
FINISHING: Kondisi GOR Tri Lomba Juang atau Mugas yang tinggal penyelesaian tahun ini harus molor karena gagal lelang di ULP. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

BALAI KOTA – Proses penyelesaian pembangunan Gelanggang Olah Raga (GOR) Tri Lomba Juang atau GOR Mugas, tahun ini terpaksa molor dari jadwal yang telah ditentukan. Karena proyek pembangunan tahap III senilai Rp 32 miliar tahun ini gagal lelang.

Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Kota Semarang yang menangani pengerjaan GOR Mugas sebenarnya sudah melakukan persiapan sesuai schedule. Namun ketika masuk ke Unit Lelang Pengadaan (ULP) pada bulan Maret lalu, gagal lelang. Tidak ada satu pun peserta lelang yang memenuhi persyaratan. ”Sebenarnya sudah kami programkan sejak awal tahun. Proses persiapan lelang juga sudah sesuai jadwal. Dan kita targetkan pembangunan bisa selesai awal bulan November, tapi gagal,” terang Kepala DTKP Kota Semarang, Agus Riyanto, kemarin.

Dengan kegagalan lelang, pihaknya langsung melakukan evaluasi. Hal itu terkait dengan rencana bahwa pembangunan GOR TLJ ini harus rampung pada awal November mendatang. Namun seiring dengan kegagalan lelang pertama, tentu saja pihaknya harus memundurkan target waktu penyelesaian. ”Tentunya harus mundur karena waktu pengerjaan hanya sekitar 6 bulan. Jika lelang mulai sekarang, pemenang lelang bisa diperoleh satu bulan lagi. Tenggat pengerjaan tentu harus mundur, tidak bisa lagi November selesai,” tukasnya.

Agus menambahkan pihaknya memang menyerahkan teknis lelang ke ULP. Setelah semua dokumen lelang siap, maka pihaknya akan menyerahkan ke ULP untuk ditindaklanjuti dengan pengumuman secara online di website.

Adapun anggaran yang digelontor untuk penyelesaian pembangunan tahap III ini sebesar Rp 32 miliar. Di tahap III ini pihaknya akan membangun gedung badminton 3 line lengkap dengan tribun penonton. Selain itu juga akan dua ban lapangan tenis demi menambah empat ban lapangan yang sudah ada sebelumnya. Enam lintasan atletik berbahan sintetis yang berstandar internasional juga akan dibuat. ”Ada pula lintasan atletik berbahan biasa yang dapat digunakan masyarakat umum. Untuk yang sintetis nantinya tidak akan dibuka untuk umum namun hanya untuk event tertentu, jadi akan kami tutup lintasannya,” tukasnya.

Dalam pembangunan tahap III ini juga akan ditambah pembangunan ME (Mechanical Engineering). Dengan demikian, sumber daya untuk memenuhi kebutuhan listrik di GOR Mugas dapat terpenuhi secara swadaya.

Terpisah Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Agung Budi Margono mengatakan, seharusnya proyek yang membutuhkan anggaran besar, pengerjaannya multiyears. Dengan begitu tidak akan terjadi kegagalan lelang karena hanya dikerjakan satu kontraktor. ”Proyek besar harusnya multiyears, satu kontraktor. Dengan begitu ada pertanggungjawaban dari pelaksana. Pola seperti itu sudah ada aturannya,” tegas politisi PKS itu.

Senada dikatakan Wakil Ketua Komisi C Wachid Nurmiyanto. Ditegaskan, jika pengerjaan proyek besar secara multiyears sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. ”Jangan sampai kontraktor baru menyelesaikan tanggung jawab pelaksana sebelumnya. Kalau kasus seperti ini (gagal lelang) sudah terjadi berulang kali. Karena terkendala di ULP,” tandas legislator dari PAN itu. (zal/ce1)