SEMARANG-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng mencoba merangsang kreativitas para pelaku UKM dan perajin dengan pendampingan pelatihan. Gelaran ini digadang-gadang mampu meningkatkan kualitas SDM demi mengembangkan sektor usaha menjelang perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Kepala Disperindag Jateng, Prijo Anggoro menuturkan bahwa pihaknya akan menyesuaikan kebutuhan masing-masing daerah di Jateng agar fokus pada salah satu bidang usaha. “Seperti bordir, jahit, kerajinan logam, dan lain sebagainya,” katanya, kemarin.

Dia mengaku akan memanfaatkan balai latihan kerja sebagai tempat pelatihan. Dalam satu tahun, Anggoro menargetkan meluluskan lebih dari 5 ribu orang untuk mengisi kebutuhan sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.

“Kami mencoba menerapkan sistem sentra. Jadi kami tidak akan memaksa membuat program pelatihan di daerah yang bukan merupakan sentra produk tertentu. Seperti misalnya pelatihan kerajinan logam, tidak akan kami lakukan di Cilacap, karena daerah itu bukan sentra industri logam. Lebih efektif kami lakukan di Klaten atau Jepara,” katanya.

Anggoro menambahkan, bordir menjadi salah satu sektor yang paling banyak diminati. Sejauh ini sudah ada sekitar 4 ribu lulusan per tahunnya. Sementara jahit, ukir, dan logam hanya 10 persennya saja.

Menurutnya, efek domino dari diselenggarakannya program pelatihan ini memberikan investasi yang tidak ternilai bagi masyarakat. “Selain memberikan nilai tambah pada kemampuan diri dengan mengikuti pelatihan ini, SDM juga dapat memperkuat eksistensi diri dan memiliki jiwa enterpreneur,” pungkasnya. (amh/ida)