Berdagang Keliling, Tiap Hari Jalan 20 Kilometer

171
JUARA NASIONAL : Tarmuji saat penerimaan mendali perak pada Open Master Atlhetic Championship, di Jakarta. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JUARA NASIONAL : Tarmuji saat penerimaan mendali perak pada Open Master Atlhetic Championship, di Jakarta. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dua pedagang sayur warga Kabupaten Batang, Tarmuji, 45, dan Sumarno,40, Senin (22/6) kemarin, disambut oleh pejabat Disdikpora Kabupaten Batang. Setelah meraih juara perak dan perunggu, di cabang olah raga jalan cepat 5 kilometer pada Open Master Athletic Championship 2015 di Jakarta, tanggal 6 Juni kemarin.

TAUFIK HIDAYAT, Batang

BERJALAN kaki adalah aktivitasnya setiap hari kedua pedagang sayur ini. Tarmudji, 45, warga Desa/Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, sudah lebih dari 15 tahun bekerja sebagai tukang sayur keliling di Jakarta. Aktivitasnya dimulai sejak pukul 03.00 dinihari. Diawali dengan belanja sayur sambil berjalan kaki sejauh 3 kilometer dari rumahnya menuju pasar.

Kemudian menjajakan dari rumah ke rumah hingga dari kampung ke kampung. Dalam sehari, lebih dari 20 kilometer menjual sayur keliling dengan berjalan kaki. “Setiap pagi sejak subuh hingga siang, saya biasa jalan kaki untuk berjualan sayur,” ungkap Tarmuji membeberkan rahasia suksesnya.

Tarmuji mengatakan bahwa bukan kali pertama, dirinya mengikuti lomba Open Master Athletic Championship. “Open Master Athletic Championship pesertanya ribuan orang dari berbagai profesi dan usia. Sehingga saya percaya diri ketika ikut lomba tersebut. Karena jalan cepat dan lari, sudah saya lakukan setiap hari,” kata Tarmuji bangga.

Hal serupa dikatakan pedagang sayur lainnya, Sumarno, 40, warga Desa/Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Dirinya meraih perunggu sebagai juara tiga dalam cabang olah raga jalan cepat 5 kilometer.

“Kami berdua tidak melakukan persiapan apapun, karena jalan cepat sudah kami lakukan sejak pagi hingga sore selama lebih dari 10 tahun ini. Cuma yang membedakan, kami melakukan olah raga itu untuk berdagang,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemuda dan Olah Raga, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Kabupaten Batang, Karyono, menjelaskan bahwa prestasi yang diberikan oleh Tarmuji dan Sumarno pada tingkat Nasional, bisa berdampak pada kemajuan olahraga atletik di Kabupaten Batang.

Dan sebagai wujud penghargaan Pemkab Batang, Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo akan memberikan tali asih kepada keduanya yang telah mengharumkan nama Kabupaten Batang pada tingkat Nasional. “Bagi siapa saja yang berprestasi di bidang olah raga di tingkat karesidenan, provinsi maupun nasional, akan mendapatkan tali asih dari Pemkab. Termasuk Tarmuji dan Sumarno,” jelas Karyono. (*/ida)