8 Perlintasan KA Tak Berpalang Pintu

279
RAWAN KECELAKAAN : Perlintasan KA tak berpalang pintu di Desa Roban Barat, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang yang tidak ada petugas jaganya, kerap terjadi kecelakaan lalulintas. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAWAN KECELAKAAN : Perlintasan KA tak berpalang pintu di Desa Roban Barat, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang yang tidak ada petugas jaganya, kerap terjadi kecelakaan lalulintas. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Jelang arus mudik Lebaran 2015, jalur perlintasan kereta api di Kabupaten Batang perlu diwaspadai. Pasalnya, jadwal kereta api yang semakin padat, namun masih ada 8 perlintasan kereta api yang tidak berpalang pintu dan tidak ada petugas jaganya.

Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) Kabupaten Batang, tercatat panjang lintasan kereta api adalah 49 kilometer. Mulai dari Pekalongan Kota hingga Kecamaan Gringsing, Kabupaten Batang, ada 18 titik perlintasan KA. Sebanyak 8 perlintasan KA di antaranya tidak berpalang pintu dan tidak ada petugas jaga. Sehingga sangat rawan terjadi kecelakaan lalulintas.

Di antaranya, ada di Jalan Letjend Suprapto; Tampangsono; dan Jalan Sultan Agung, ketiganya ada di Kecamatan Batang. Kemudian di Desa Roban Barat dan Timur, Kecamatan Tulis; Desa Kuripan Barat dan Timur, Kecamatan Subah; Desa Kedawung-Banyuputih, Krengseng Timur dan Kebondalem, Kecamatan Gringsing.

“Ada 10 perlintasan KA yang berpalang pintu, 8 lainnya tidak. Sedangkan satu perlintasan berada di atas jalan yang dilalui warga, sehingga tidak begitu berpengaruh. Yakni di Desa Kedawung-Banyuputih,” ungkap Selamet, petugas PT KAI yang bertugas di Desa Ujungnegoro, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Senin (22/6) kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinkominfo, Kabupaten Batang, Suharyanto, mengatakan bahwa dengan adanya beberapa perlintasan yang tidak berpalang pintu tersebut, perlu ada penjaga yang selalu stand by di lokasi. “Sehingga jika ada kereta yang akan melintas, bisa mengatur lalu lintas di tempat tersebut,” harapnya.

Menurutnya, PT KAI dan Pemkab Batang akan memberikan petugas untuk berjaga di beberapa perlintasan yang tidak berpalang pintu selama arus mudik berlangsung nanti. ”Pemkab Batang sudah berkoordinasi dengan Polres untuk turut menjaga perlintasan KA yang tidak berpalang pintu tersebut,” jelas Suharyanto.

Suharyanto menambahkan bahwa di daerah Celong Kendal terbilang perlintasan yang rawan. Selain memiliki kemiringan, kondisi lintasan rel KA juga menikung. Sehingga bisa membuat kereta anjlok. “Untuk kereta yang melintas di lokasi tersebut, harus pelan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” saran Suharyanto. (thd/ida)