Soemarmo HS. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)
Soemarmo HS. (DOK. JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sosok H Soemarmo HS benar-benar diharapkan masyarakat Semarang kembali memimpin kota ini. Hal ini terbukti dengan survei yang dilakukan oleh Koalisi Gerindra-PAN selama dua pekan terakhir. Survei yang dilakukan oleh Akademi Ilmu Statistik (AIS) Muhammadiyah Semarang ini menunjukkan Soemarmo menjadi pilihan utama warga Semarang.

Hasil survei menunjukkan popularitas Soemarmo mencapai 93,58 persen jauh meninggalkan saingan terdekatnya, Sigit Ibnugroho. Pengusaha muda itu mendapatkan 5,29 persen untuk popularitasnya. Demikian juga untuk elektabilitas, Soemarmo berada di posisi paling atas dengan raihan 55,26 persen jauh meninggalkan Sigit Ibnugroho yang harus puas dengan angka 5,29 persen.

Sedangkan untuk posisi wakil wali kota, ada dua nama yang bersaing. Yakni, Krisna Bayu yang unggul dari segi popularitas, namun kalah dengan dr Syafei pada urusan elektabilitas. Kemarin survei ini dipublikasikan secara resmi oleh Koalisi Gerindra-PAN.

Menurut Sekretaris Koalisi Gerindra-PAN, Syaekul Azhar, hasil survei lengkap telah dikirim ke partai peserta koalisi. ”Hasilnya sudah kami kirim ke Partai Gerindra dan PAN di semua tingkatan, termasuk DPD dan DPP kedua partai, kebetulan saya sendiri yang mengantar,” ujar Syaikul Azhar.

Dikatakan, survei ini dilaksanakan selama dua pekan dengan melibatkan 5.000 responden yang tersebar di 177 kelurahan se-Kota Semarang. ”Tim survei langsung turun ke lapangan, wawancara ke rumah warga, dari 5.000 orang itu kita sebar ke 177 kelurahan secara proporsional, tergantung jumlah penduduknya, jadi kami yakin survei ini valid dan menggambarkan langsung suara masyarakat,” katanya.

Hanya saja, soal siapa yang akan mendapatkan rekomendasi, Azhar mengaku tidak mengetahui secara persis. Koalisi Gerindra-PAN hanya melaksanakan ketentuan yang telah diatur kedua partai, termasuk membuka pendaftaran, penjaringan bakal calon wali kota-wakil wali kota, survei di lapangan dan lain sebagainya. ”Kalau soal siapa yang dapat rekomendasi, kita serahkan ke pusat, yang jelas semua proses sudah kita laporkan,” ujarnya.

Termasuk hasil survei ini, menurut Azhar, juga menjadi pertimbangan dalam menentukan siapa yang dapat rekomendasi. Hal yang hampir sama juga disampaikan oleh Ketua Koalisi Gerindra-PAN Kota Semarang, Hermawan Sulis Susnarko. Menurut Sulis, semua proses sudah dilaksanakan, termasuk survei balon. ”Semua proses sudah kita lakukan dan dilaporkan secara tertulis lengkap, kami berharap bisa menjadi bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan,” katanya.

Pihaknya akan mendukung penuh siapa pun yang mendapatkan rekomendasi dan dicalonkan oleh koalisi partai pada pilwalkot yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

Bakal calon wali kota dari Koalisi Gerindra-PAN, Soemarmo HS, saat dihubungi kemarin, mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas hasil survei yang dilakukan koalisi partai. ”Pertama, tentu saya bersyukur pada Allah SWT atas hasil survei ini. Kedua, saya mengucapkan terima kasih pada masyarakat Semarang yang memberi kepercayaan dan memilih saya,” ujarnya.

Dia mengatakan, hasil survei menunjukkan publik Semarang masih mengharapkan agar bisa kembali memimpin Kota Semarang lima tahun ke depan. Namun Soemarmo mengaku memasrahkan sepenuhnya soal siapa yang mendapatkan rekomendasi nanti pada partai koalisi, yakni Gerindra dan PAN.
”Hasil survei kan sudah diserahkan ke kedua partai pada semua tingkatan, mulai DPC, DPD hingga DPP, sehingga saya percayakan saja pada Gerindra-PAN untuk menentukan siapa yang mendapatkan rekomendasi,” ujarnya. Saat ini, Soemarmo mengaku masih fokus melakukan sosialisasi ke masyarakat. Salah satunya dengan memenuhi undangan masyarakat utamanya saat salat Tarawih bersama.

”Ini bulan Ramadan mari kita isi dengan kegiatan yang bermanfaat serta memiliki dimensi ibadah, seperti salat Tarawih, pembagian takjil dan lain sebagainya,” kata Soemarmo. Demikian juga soal sosok wakil yang kelak bakal mendampingi, Soemarmo kembali menyerahkan sepenuhnya pada partai koalisi.

”Kalau boleh memilih tentu saya akan memilih, namun kalau koalisi punya kebijakan lain tentu saya siap melaksanakan,” ujarnya.
Yang jelas sebagai kandidat yang sudah mengikuti semua proses dan prosedur yang telah ditentukan partai koalisi, maka apa pun nanti yang diputuskan tentu harus diterima.

Ery Riyanto, 35, salah seorang warga Semarang Timur memang berharap Soemarmo menjadi wali kota kembali, mengingat sejumlah program yang berhasil dijalankan selama satu setengah tahun memimpin. Mulai penataan PKL hingga pengentasan banjir dan rob. ”Kalau menurut saya, beliau (Soemarmo) masih layak memimpin kota ini. Kalau melihat hasil kerjanya selama kepemimpinannya. Masyarakat juga harus bisa kritis, jangan hanya melihat kasusnya dia, tapi dipahami kenapa Pak Marmo bisa terjerat hukum, karena itu dewannya kalau saya menilai. Saya tidak melihat Pak Marmo menikmati uang negara dari kasusnya itu,” terang ayah dua anak ini. (mha/aro/ce1)