Masih Ditemukan Piagam Abal-Abal

236

CANDISARI – Sebanyak 1.558 sertifikat piagam penghargaan siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK telah terlegalisasi di Dinas Pendidikan Kota Semarang. Dari jumlah itu, masih ditemukan piagam penghargaan yang diduga abal-abal alias palsu.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, mengaku, masih ada piagam penghargaan abal-abal yang coba dilegalisasi ke kantornya. Namun tim verifikasi yang dibentuk berhasil menemukannya.

”Kami memiliki tim verifikasi yang berjumlah 6 orang. Guna melihat kesahihan dari piagam penghargaan tersebut. Karena yang terjadi, memang ada yang palsu namun kebanyakan itu salah dalam penyebutan lomba,” ujar Bunyamin saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di kantornya, Jumat (19/6).

Pihaknya dengan tegas menolak piagam-piagam yang tidak memiliki kesahihan. Dari ribuan piagam penghargaan yang masuk, Bunyamin menegaskan jika semua piagam yang telah dilegalisasi oleh Disdik sudah sahih dan dapat dipertanggungjawabkan.

Adapun petunjuk teknis (juknis) dari proses legalisasi piagam penghargaan, yakni piagam harus dilegalisasi dari asal sekolah, kemudian dilegalisasi oleh penyelenggara perlombaan saat itu, baru dilegalisasi oleh Disdik.

”Tidak berhenti di situ. Sekolah tujuan dari siswa juga akan melakukan tes kompetensi yang sesuai dengan piagam yang diperoleh siswa tersebut. Jika lolos tes tersebut, maka bobot piagam tersebut bisa digunakan. Namun jika dinyatakan tidak sesuai kemampuan dari piagam yang diperoleh, sekolah berhak untuk menolak piagam tersebut,” lanjut Bunyamin.

Dia juga menegaskan, tidak semua sertifikat asli akan dilegalisasi. Meskipun piagam tersebut asli, namun jika penyebutan perlombaan salah, maka tidak akan dilegalisasi.

”Akan kita verifikasi terlebih dahulu. Panitia penyelenggara harus bertanggung jawab kepada kualitas dan tingkat kejuaraan itu. Pasti setiap tahun ada fenomena yang mencoba memalsukan piagam penghargaan, tetapi kita selektif,” tuturnya.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Disdik Kota Semarang, Sri Rahayuningsih, mengatakan, hingga Jumat (19/6), jumlah legalisasi ijazah masih banyak. Tidak hanya legalisasi piagam, kata dia, namun juga legalisasi ijazah.

”Jumlahnya terus bertambah. Setiap harinya ada ratusan orangtua siswa memadati loket yang kita sediakan. Hingga berjubel. Meski begitu kita tetap harus selektif. Bagi piagam penghargaan yang tidak sesuai dan kesahihannya diragukan, tetap akan kita tolak. Sangat banyak piagam yang sudah kita tolak,” katanya. (ewb/aro/ce1)