TANDAI: Wali Kota Semarang bersama Muspida dan Takmir Masjid tekan tombol menandakan awal bulan puasa di Masjid Agung Semarang atau Kauman. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
TANDAI: Wali Kota Semarang bersama Muspida dan Takmir Masjid tekan tombol menandakan awal bulan puasa di Masjid Agung Semarang atau Kauman. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

KAUMAN – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengawali tarawih putaran pertama di bulan Ramadan 1436 H di Masjid Kauman, yang menjadi landmark Kota Semarang, bersama warga sekitar masjid, para Muspida, Kepala SKPD, camat dan lurah.

Tampak terlihat jamaah meluber hingga sampai serambi luar. ”Saya bersyukur melihat kesungguhan para jamaah untuk mendapat rida Allah SWI di bulan Ramadan,” kata wali kota membuka sambutan.

Pertengahan bulan Juli nanti masa tugas Hendrar Prihadi sebagai wali kota telah berakhir. Karena itu siapa pun yang menjadi Pelaksana Tugas (Plt) wali kota harus diterima dan beri dukungan. ”Bentuk dukungan terbaik yang bisa dilakukan melalui menjaga kebersamaan dan keguyupan yang selama ini kita miliki. Karena dari itulah Kota Semarang dapat maju dan berkembang seperti ini, hingga memperoleh penghargaan dari dalam dan luar negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan orang nomor satu di Kota Semarang ini, bahwa pihaknya bersama-sama aparat kepolisian berupaya menciptakan kenyamanan dan keamanan khususnya warga muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. ”Kami dan kepolisian bekerja keras melakukan operasi penertiban di tempat-tempat yang dirasa bisa membawa potensi merusak kekhusyukan di bulan Ramadan hingga satu bulan penuh. Seperti sumber-sumber minuman keras, narkoba, dan lainnya,” tandas wali kota.

Sedangkan dari Pemkot Semarang telah melakukan usaha-usaha selama 2 minggu terakhir seperti penertiban mulai dari tempat-tempat hiburan malam sampai beberapa wilayah yang kemungkinan ada tindakan atau potensi asusila dan juga mengirimkan surat edaran Wali Kota Semarang ke setiap pemilik usaha tempat hiburan (diskotik/ kelab malam/ PUB, karaoke, billiard, panti pijat dan bar) tentang pengaturan jam operasional selama puasa dan Hari Raya Idul Fitri 2015.

Sementara Kepala Kemenag Kota Semarang, H. Muh Habib dalam tausiahnya menyampaikan mengenai keistimewaan bulan Ramadan. ”Barang siapa yang senang akan datangnya bulan Ramadan maka Allah SWT akan mengharamkan jasadnya di api neraka,” tandasnya.

Keistimewaan bulan Ramadan yang lain di antaranya bulan penuh berkah, penuh rohmat dan penuh ampunan. ”Setiap hari di dalam bulan Ramadan adalah yang paling mulia, jam-jam dan malam-malam paling mulia. Sehingga dalam waktu itu kita mohon kepada Allah SWT agar diberi kekuatan agar dapat melaksanakan ibadah di bulan Ramadan dengan penuh hikmat tanpa ada halangan apa pun,” ajak Muh Habib. (zal/ce1)