JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG
JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG

LASMI Laila Fadila masih berstatus mahasiswi semester 8 jurusan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro (Undip). Namun gadis kelahiran 28 Oktober 1991 ini termasuk sosok mandiri. Dia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjadi seorang penyanyi.

”Kebetulan saya hobi menyanyi sejak duduk di bangku SD,” kata Pipit Dila—panggilan akrabnya—saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sela mengisi acara puncak Hari Bhakti Adhyaksa ke-55 di halaman kantor Kejati Jateng, kemarin.

Ia mengaku, setiap mendapat job menyanyi mendapatkan bayaran hingga Rp 1 juta. Dalam sebulan, rata-rata dia manggung 20 kali. ”Hasilnya lumayan buat biaya kuliah dan ditabung,” ujar peraih juara The Best Vocal kategori pop singer se-Jateng ini.

Dari kesibukannya menyanyi itu, Pipit Dila mengaku sempat cuti kuliah selama setahun. ”Karena sempat kontrak kerja dengan salah satu label musik di Jakarta, mau tak mau saya terpaksa cuti kuliah, Mas. Tapi Alhamdulillah, IP (indeks prestasi) saya selalu bagus. Yang terakhir IP saya 3,30,” kata gadis penyuka musik rock ini.

Bagi dara kelahiran Batang ini, menyanyi haruslah dengan hati. Sehingga bisa dirasakan dan dinikmati oleh para tamu atau penontonnya. ”Walau saya suka musik rock, tapi karena tuntutan pekerjaan, ya semua lagu harus bisa saya nyanyikan,” ucap gadis yang pernah punya pengalaman khusus menyanyi di Istana Negara saat perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-68 pada 17 Agustus 2013 lalu ini.

Selain menjadi penyanyi, Pipit Dila bercita-cita menjadi seorang diplomat. Ia sendiri pernah menjadi delegasi ASEAN Youth di 4 negara mewakili Undip. ”Saya pernah ikuti ASEAN Youth ke Thailand, Vietnam, Laos dan Malaysia untuk mengikuti kegiatan sosial. Di sana, saya ngajari anak-anak sekolah bahasa Inggris,” ujarnya bangga. (bj/aro/ce1)
JS : Pernah Menyanyi di Istana Negara