Enam Perampok 1 Kg Emas Dibekuk

627
DITEMBAK: Enam perampok Toko Emas Jaya Putra Brebes saat diamankan di Mapolda Jateng. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITEMBAK: Enam perampok Toko Emas Jaya Putra Brebes saat diamankan di Mapolda Jateng. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DITEMBAK: Enam perampok Toko Emas Jaya Putra Brebes saat diamankan di Mapolda Jateng. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Aksi perampokan 1 kg emas di Toko Emas Jaya Putra, Pasar Banjaratma, Kecamatan Bulukamba, Kabupaten Brebes, pada Selasa (16/6) sore berhasil terungkap. Enam dari sembilan komplotan perampok bersenjata api tersebut berhasil dibekuk petugas Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng. Komplotan perampok tersebut ditangkap di tempat persembunyiannya, di sebuah hotel di daerah Baturraden, Banyumas. Dari tangan para pelaku, polisi menyita barang bukti 1 kg emas dan tujuh senjata api yang terdiri atas satu jenis FN dan enam jenis revolver.

Keenam perampok itu berasal dari daerah berbeda. Mereka adalah Ridwan, 35, warga Solo; Hadi, 35, warga Surabaya yang juga residivis kasus perampokan di Tangerang; Arun Yusuf, 32, warga Surabaya yang juga residivis kasus pembunuhan; Asep, 51, warga Bogor; Jarwo, 29, warga Gubug, Grobogan, dan Muhamad Rofi, 40, warga Kudus. Tiga dari enam pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas lantaran melawan saat ditangkap. Sedangkan tiga pelaku lainnya berhasil kabur dari sergapan petugas. Tiga pelaku yang ditembak adalah Ridwan, Arun Yusuf, dan Rofi.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Nur Ali, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. ”Benar, tim sudah berhasil menangkap enam tersangka. Sudah dibawa ke Mapolda Jateng untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya, Rabu (17/6).

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol A Liliek Darmanto, menambahkan, penindakan tersebut dilakukan setelah tim Jatanras yang dipimpin oleh AKP Topan melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi. Hasilnya, pada Rabu (17/6) dini hari, tim berhasil menemukan tempat persembunyian para pelaku dan langsung melakukan penyergapan. ”Tim bekerja keras dengan menggali informasi dan melakukan analisa. Akhirnya dapat tertangkap enam orang,” jelasnya.

Dalam aksinya, komplotan tersebut menggunakan pistol untuk menodong. Kemudian menguras berbagai perhiasan emas. Usai mengambil 1 kg emas, mereka langsung kabur ke hotel.

Tersangka Arun Yusuf mengaku, saat beraksinya dirinya membawa senjata api pistol jenis FN. Dia berperan memasukkan emas hasil rampokan dan dibawa kabur. ”Saya pakai motor. Pistolnya dari temen saya,” kata Yusuf.

Tersangka Ridwan mengaku, bersama teman-temannya usai merampok langsung pergi ke daerah Banyumas tepatnya di Kompleks Wisata Baturraden. Mereka kabur ke Jateng bagian selatan itu menggunakan mobil. ”Saya sendiri nggak hafal daerahnya. Pokoknya habis ngerampok langsung ke tempat wisata itu, nginep di hotel. Kalau senjatanya dari teman yang belum ketangkep. Masih ada tiga yang lari Pak,” kata tersangka Ridwan.

Aksi perampokan tersebut diduga kuat sudah direncanakan. Hal itu dilihat dari pernyataan tersangka Hadi yang mengatakan kalau dia sudah tahu di tempat tersebut ada toko emas.

”Saya yang tahu lokasinya. Saya sehari-hari usaha jualan helm di daerah Jatibarang Brebes. Saya kontak teman-teman karena untuk ngambil itu (merampok toko emas, Red) tidak bisa sendirian,” kata Hadi yang mengaku pernah dipenjara di Lapas Tangerang dalam kasus serupa.

Hingga kemarin, enam tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum. Belum diketahui juga secara pasti dari mana komplotan tersebut mendapatkan senjata api. (den/aro/ce1)