22 Pasangan Mesum Terjaring Razia Satpol PP

592
MALU-MALU MAU: 22 Pasangan bukan suami istri diamankan di kantor Satpol PP lantaran ketahuan akan berbuat asusila di hotel Jalan Arteri Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MALU-MALU MAU: 22 Pasangan bukan suami istri diamankan di kantor Satpol PP lantaran ketahuan akan berbuat asusila di hotel Jalan Arteri Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Satpol PP Kendal terus menggalakan razia Cipta Kondisi di sejumlah lokasi Kendal. hasilnya sebanyak 22 pasangan diamankan lantaran diduga hendak melakukan hubungan perbuatan asusila dalam kamar hotel. Mereka bukan suami-istri dan rata-rata masih muda.

Kepala Satpol PP Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan jika operasi yang dilakukannya merupakan cipta kondisi menjelang ramadhan. Yakni agar tercipta suasana tenang bagi warga dalam menjalankan ibadah puasa di bulan suci. 22 pasangan tersebut, ditangkap di dua hotel di Jalan Arteri Kaliwungu. Saat ditangkap, mereka hendak melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Tapi saat hendak ditanya identitas, 22 pasangan tersebut menunjukkan KTP yang berbeda asal usulnya. Selain itu tidak dapat menunjukkan buku surat nikah.

“Mereka akan kami bina, agar tidak mengulangi perbuatannya kembali. Jika terulang dikemudian hari, maka kami akan menindak tegas dengan sanksi tindak pidana ringan. Hukumannya pidana penjara tiga atau uang denda maksimal Rp 50 juta,” kata Toni, Rabu (17/6).

Ia mengaku akan terus melakukan razia Cipta Kondisi ini, meskipun terjadi di bulan puasa. “Selama masih ada laporan dan keluhan dari masyarakat, kami akan melakukan upaya razia agar tercipta kondisi yang kondusif,” tambahnya.

Sejauh ini sudah ada ratusan pasangan yang telah ia bina. Tapi dari ratusan tersebut tidak ada pasangan yang terjaring dua kali. “Semua pasangan adalah tangkapan baru, kalau ada pasangan yang sudah dua kali maka akan kami tindak,” akunya.

Selama puasa, pihaknya akan melakukan pengamanan terhadap dunia hiburan malam. Yakni dengan pembatasan jam operasi. Hiburan malam maksimal hanya diperbolehkan tidak lebih dari tengah malam. “Begitu pula dengan tempat prostitusi di lokalisasi Gambilangu, juga akan berlaku pembatasan jam operasi,” imbuhnya.

Salah seorang pasangan, MA dan LU warga Kendal dan Gemuh mengaku memang dirinya hendak melakukan hubungan seksual sebelum puasa hari ini. Tapi apes, belum sempat melakukan sudah tertangkap oleh satpol PP. “Biasalah mas, khataman sebelum puasa besok (hari ini, Red),” katanya. (bud/fth)