MALU-MALU: 10 Pasangan mesum yang ditangkap petugas Satpol PP Kendal di hotel Pantai Muara Kencan, Margorejo, Patebon beberapa waktu lalu. Satpol terus menggalakan razia terutama menjelang ramadan. (dok)
MALU-MALU: 10 Pasangan mesum yang ditangkap petugas Satpol PP Kendal di hotel Pantai Muara Kencan, Margorejo, Patebon beberapa waktu lalu. Satpol terus menggalakan razia terutama menjelang ramadan. (dok)

KENDAL – Satpol PP Kabupaten Kendal terus menggalakan razia di sejumlah hotel menjelang ramadan. Hasilnya, sembilan pasangan mesum berhasil diamankan saat menginap di Hotel Arjuna-Sri Kandi, Pageruyung, kemarin. Mereka terpaksa diamankan dan dimintai keterangan karena diduga berbuat asusila di hotel tersebut.

Bahkan saat digrebek, sejumlah pasangan bukan suami istri itu kedapatan tanpa mengenakan busana sama sekali dalam kamar. Petugas kian tercengang, karena sebagian dari mereka dari sejumlah daerah lain dan tidak bia menunjukan buku nikah.

Seorang pasangan yang diamankan, SM, 42, warga Desa Wonosari Kecamatan Pegandon bersama pasangannya, SK, 35, warga Penaruban Weleri. Keduanya mengaku memang bukanlah pasangan resmi dan sengaja menginap karena ingin melakukan hubungan intim.

SK mengaku baru menengal SM sebulan lalu. Setelah itu ia, keduanya mengaku sama-sama suka dan berniat berkencan di Hotel Arjuna-Sri Kandi. “Rencananya saya akan berangkat ke Taiwan untuk menjadi TKW. Tapi, sebelum berangkat saya diminta dan diajak ke hotel ini untuk melakukan hubungan layaknya suami istri,” kata SK, kemarin.

Senada dikatakan, AP, 38 warga Jebres Surakarta dan DA, 28 warga Desa Krengseng Gringsing Batang. AP yang bekerja sebagai sebagai sopir bus jurusan Solo-Tegal dan Astuti seorang karyawan counter HP di kawasan Pasar Weleri Kendal.

Ia mengaku berkenalan dengan Astuti hampir selama delapan bulan. Namun dihadapan petugas, ia mengaku sudah dua kali ngamar di hotel tersebut. “Ya namanya juga lagi apes, mau bagaimana lagi mas. Belum apa-apa sudah keburu ke pergok dan ditangkap petugas,” katanya.

Kepala Satpol PP Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan razia yang digelar bersama pihak Dinsos ini dalam rangka cipta kondisi jelang ramadan. Sedangkan sasarannya adalah penyakit masyarakat (pekat) seperti minuman keras (miras), dan para pekerja seks komersial (PSK) dan perbuatan asusila. “Semua pelaku pasangan mesum yang terjaring saat ini, baru sebatas diberikan pembinaan dan belum dilakukan tindakan. Namun, untuk semua data para pelaku pasangan mesum sudah kami masukkan ke dalam database Satpol PP Kendal,” katanya.

Toni menambahkan, jika para pasangan ini terjaring razia lagi, maka akan di tindak pidana ringan kemudian diserahkan ke Kejaksaan. Pihaknya juga menegaskan bakal terus menertibkan pasangan mesum selama Ramadan. “Pidananya denda atau kurungan,” tambahnya. (bud)