Pasangan Anton-Fauzi Lolos Syarat Administratif

271
LOLOS ADMINISTRATIF : Pasangan Sudjaka Martana alias Anton dan Fauzi Umar Lahji di kantor KPU Kota Pekalongan, Selasa (16/6) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LOLOS ADMINISTRATIF : Pasangan Sudjaka Martana alias Anton dan Fauzi Umar Lahji di kantor KPU Kota Pekalongan, Selasa (16/6) kemarin. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN-Dari tiga pasangan calon jalur independen atau perseorangan yang menyerahkan syarat dukungan ke KPU Kota Pekalongan, Selasa (16/6) kemarin, hanya pasangan Sudjaka Martana alias Anton dan Fauzi Umar Lahji yang lolos. Pasangan tersebut berhasil mengumpulkan dukungan sebesar 25.389 dari target minimal dukungan 25.381.

Ketua KPU Kota Pekalongan, Basir mengungkapkan bahwa hanya satu pasangan yang lolos. “Waktu penghitungan selesai pagi dini hari tadi, sekitar pukul 2.30. Dari ketiganya, hanya pasangan satu (Anton-Fauzi) yang lolos, yang lain kurang,” jelas Basir saat ditemui di Kantor KPU Kota Pekalongan, Selasa (16/6) kemarin.

Basir menambahkan, untuk dua pasangan lainnya dinyatakan kurang dukungan. Salah satu calon, Tasurun dan Hasan Hidayat sebenarnya hampir lolos, karena total dukungan sudah mendekati syarat, yaitu 24.428. Hal tersebut sangat jauh beda dengan pasangan ketiga, Anis Rosadi dan Kuswanto yang hanya mengumpulkan 10.706 saja.

Dilanjut Basir, pasca verifikasi administratif, KPU akan segera menurunkan tim untuk melakukan verifikasi real.”Tim akan segera turun ke lapangan, untuk mengecek dukungan faktual dari masyarakat ke calon yang bersangkutan sesegera mungkin,” ucapnya.

Untuk waktu verifikasi dijadwalkan selama 14 hari atau akan berakhir pada 19 Juli 2015. Kalau pasangan sudah memenuhi persyaratan secara faktual maka pasangan tersebut boleh mencalonkan jadi pasangan wali kota dan wakil wali kota pada 26 Juli mendatang.

Dihubungi terpisah, Fauzi Umar Lahji bersyukur telah lolos administrasi dukungan. Pihaknya akan segera menata diri, untuk menyusun program-program dan strategi ke depannya dalam menyongsong Pilkada. “Setekah ditetapkan lolos administratif, kini tim kami akan kembali ke lapangan, untuk memastikan dan kembali menyakinkan masyarakat akan dukungannya,” ucapnya.

Sementara itu, calon fenomenal, Tasurun, mengaku tetap senang dan bangga dengan segala proses yang sudah dilakoninya. Walaupun dirinya tidak lolos karena kurang sedikit, namun cukup senang bisa meramaikan bursa calon wali kota (Cawalkot) Pekalongan. “Saya cuma ingin membuktikan, bahwa wong cilik juga bisa tampil. Tanpa politik uang juga bisa maju,” terangnya.

Selain itu, dirinya juga mengonfirmasi bahwa dirinya lulusan SMA. “Saya sekolah SMA di Magelang, cuma surat-suratnya tidak saya bawa kesini. Tersimpan di rumah bapak. Kalau sebenarnya saya lolos, saya akan mengurusnya di Magelang, untuk membuktikan itu,” tandasnya. (han/ida)