BNN Intensifkan Razia Tempat Hiburan dan Kos

2854
TES URINE: Petugas BNN Provinsi Jateng saat melakukan tes urine kepada sejumlah pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di kawasan Tanjung Mas. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TES URINE: Petugas BNN Provinsi Jateng saat melakukan tes urine kepada sejumlah pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di kawasan Tanjung Mas. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TES URINE: Petugas BNN Provinsi Jateng saat melakukan tes urine kepada sejumlah pemandu lagu di sebuah tempat karaoke di kawasan Tanjung Mas. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TANAH MAS – Tempat hiburan malam dan kos-kosan di Kota Semarang ditengarai menjadi sarang bermain narkoba. Kali ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah kembali menangkap pemakai narkoba yang berada pada tempat hiburan malam kawasan Tanah Mas.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Senin (15/6) malam, petugas menggeledah setiap ruangan yang dipakai untuk karaoke. Petugas juga melakukan pemeriksaan tes urine satu per satu pada setiap pengunjung, pemandu lagu atau pemandu karaoke (PK) dan semua pekerja tempat hiburan malam tersebut.

Sweeping kali pertama dilakukan pada tempat hiburan malam kawasan Tanah Mas yakni Live Karaoke, selanjutnya bergeser di Xpoint dan Royal Karaoke, masih dalam satu wilayah. Dari 140 orang baik pengunjung, PK dan pekerja karaoke yang dites urine, hanya satu orang yang terindikasi memakai narkoba, dia adalah pengunjung di tempat Royal Karaoke berinisial SG, 42 warga YYS Kaligawe.

Selanjutnya, razia juga dilakukan pada tempat karaoke Inul Vizta di Jalan Tri Lomba Juang. Para pengunjung yang sedang asyik berkaraoke pun terkejut ketika petugas langsung melakukan pemeriksaan serta penggeledahan narkoba. Hanya saja, dari hasil tes urine pengunjung dinyatakan negatif semua.

Kabid Pemberantasan Narkoba BNNP Jateng, Suprinarto mengatakan, dari empat tempat hiburan malam yang dirazia hanya menangkap satu orang yang memakai narkoba jenis sabu. Orang tersebut merupakan pengunjung Royal Karaoke, dia warga Kaligawe.

”Inisal nama SG, 42 warga YYS Kaligawe. Setelah dites urine, dia terbukti memakai empetamin narkoba jenis sabu. Tindak lanjutnya kita adakan penelitian dulu dan kita dalami. Kalau dia pengedar akan kita lakukan penegakan hukum. Apabila dia hanya pemakai langsung kita rehabilitasi,” ungkapnya.

Kegiatan razia yustisi narkoba yang dilakukan sejak awal Juli hingga sekarang ini telah menangkap 20 orang pengguna narkoba dari 8 tempat. Pihaknya akan intensif melakukan razia, dan akan mengarah pada tempat kos dan hiburan malam. Menurutnya, tempat tersebut ditengarai menjadi mainan narkoba. ”Bulan puasa nantinya kita akan terus lakukan razia. Terus terang saja tempat hiburan serta kos-kosan ditengarai digunakan untuk hal-hal yang tidak benar seperti bermain narkoba,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)