Bagi Mawar, Tuntut Perlindungan Anak

274
SERBAPUTIH: Sejumlah jurnalis perempuan dan aktivis dari Yayasan Bunda Perlindungan Anak Jateng melakukan aksi peduli terhadap keselamatan anak di Indonesia, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SERBAPUTIH: Sejumlah jurnalis perempuan dan aktivis dari Yayasan Bunda Perlindungan Anak Jateng melakukan aksi peduli terhadap keselamatan anak di Indonesia, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

FOTO A---angeline-ahmad faisholWEB

SEMARANG – Kasus kematian Angeline, bocah delapan tahun yang tewas terbunuh beberapa waktu lalu menjadi keprihatinan banyak pihak. Tidak hanya bagi warga Bali di mana Angeline tinggal, tetapi juga seluruh warga Indonesia. Tak terkecuali kalangan jurnalis perempuan di Jawa Tengah.

Bertempat di Bundaran Jalan Pahlawan Semarang, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Jaringan Jurnalis Perempuan (JJP) Jawa Tengah itu menggelar aksi simpatik dengan cara membagikan bunga mawar dan tulisan yang berisi keprihatian atas maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak. ”Kisah tragis Angeline ini mungkin saja juga dialami oleh anak-anak lain di luar sana. Seharusnya ini membuka mata kita bahwa anak-anak adalah kelompok paling rentan menjadi korban,” ungkap kordinator aksi Shinta Ardhan.

Shinta menjelaskan, berdasarkan data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terdapat 13-15 kasus kekerasan terhadap anak dalam setiap harinya. Kekerasan itu di antaranya berbentuk kekerasan seksual, kekerasan fisik, pembunuhan, perdagangan manusia, narkoba, anak jalanan, dan lain sebagainya. ”Ini tentu sangat memprihatinkan. Kita harus peka terhadap lingkungan sekitar. Jika terjadi suatu hal yang tidak benar, kita tidak boleh tinggal diam,” imbuhnya.

Shinta juga menyayangkan sikap para orang tua atau saudara yang seharusnya mengasuh dan melindungi anak akan tetapi justru tega untuk membunuhnya. Jika yang terjadi demikian, siapa lagi yang menjadi tempat perlindungan yang paling aman bagi mereka. ”Hanya karena hal-hal yang tak masuk akal seperti warisan dan lainnya, anak yang menjadi korban,” terang jurnalis dari Kantor Berita KBR68H itu.

Dalam kesempatan yang sama, mereka juga menuntut pemerintah turut menjaga dan meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan anak. Menurutnya, perlindungan anak jangan hanya menjadi slogan pemerintah semata akan tetapi juga harus dalam wujud yang nyata.
”Kami dari JJP Yayasan Bunda Perlindungan Anak Jateng menuntut pemerintah untuk mengusut tuntas kasus pembunuhan Angeline. Jangan hanya eksekutornya saja, tetapi juga dalangnya. Mereka yang melakukan pelecehan seksual dan pembunuhan anak harus dihukum mati,” tandasnya. (fai/ric/ce1)