Sun Motor Dinilai Langgar Hak Cipta

199

SEMARANG – PT Sun Star Motor (Sun Motor) Semarang dinilai melanggar hak cipta konten tayangan sepak bola piala dunia 2014. Lantaran tanpa seizin PT Inter Sport Marketing (ISM) selaku FIFA Media Right’s Holder. Akibatnya PT Sun Star Motor diharuskan membayar ganti rugi senilai Rp 500 juta.

Keputusan hukum tersebut disampaikan oleh majelis hakim yang dipimpin Pudjo Hunggul SH MH dan didampingi hakim anggota Erintuah Damanik,SH MH dan Siti Jamzanah SH MH, di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Senin (15/6) kemarin.

Menurut majelis hakim, PT Sun Star Motor selaku tergugat terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan melanggar hak cipta dari Penggugat (PT ISM) selaku pemegang hak eksklusif atas konten siaran piala dunia Brazil 2014 untuk wilayah Indonesia berdasarkan FIFA License Agreement.

”Memutuskan tergugat yakni PT Sun Star Motor untuk membayar ganti rugi senilai Rp 500.000.000 kepada Penggugat yakni PT Inter Sports Marketing dan mewajibkan tergugat untuk membayar semua biaya perkara yang timbul dalam perkara ini,” kata hakim dalam amar putusannya.
Dalam pertimbangan hukumnya, majelis hakim juga menyebutkan pengumuman permintaan maaf tergugat pada surat kabar sebagai suatu pertimbangan dalam memutus perkara tersebut. ”Secara tidak langsung, tergugat juga telah mengakui perbuatannya jauh sebelum perkara ini masuk dalam wilayah sengketa pengadilan niaga,” ujar hakim.

Kepala Perwakilan PT Nonbar Regional Jateng-DIJ yang juga koordinator tunggal izin penggunaan konten tayangan Piala Dunia 2014, Tubagus Aria mengatakan bahwa pihaknya telah berusaha memberikan ruang mediasi kepada PT Sun Motor. ”Namun karena tidak ada penyelesaian yang diharapkan, kami menempuh jalur hukum,” katanya.

Kuasa hukum PT ISM Wahyu Priyanka SH, MH menambahkan bahwa putusan ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi pihak-pihak yang telah melanggar hak cipta terhadap kliennya agar sadar hukum. ”Saya harap putusan ini akan menjadi pelajaran bagi para pihak yang telah melanggar hak cipta klien kami, bahwa tidak mungkin kami melakukan tuntutan jika kami tidak memiliki legal standing yang kuat,” ujar Wahyu, Minggu (14/6).

Kuasa hukum PT ISM, Wahyu Priyanka SH MH juga mengatakan bahwa kliennya telah memenangkan gugatan perdata terhadap PT Sun Motor. Kendati begitu, pihaknya akan tetap melanjutkan tuntutan secara pidana. ”Saat ini kami masih terus berdiskusi dengan klien kami dalam rangka melakukan tuntutan secara pidana,” katanya.

Seperti diketahui, PT ISM selaku FIFA Media Right’s Holder untuk wilayah Indonesia melakukan gugatan perdata kepada PT Sun Motor Semarang terkait penggunaan konten tayangan Piala Dunia 2014 di area komersialnya tanpa seizin PT ISM selaku pemegang hak Cipta dari FIFA. (bj/ida/ce1)